Horee.. akhirnya Suprih bisa ngeblog ria bersama paguyuban Gambang Semarang ini, meski hanya sebagai penabuh Jidur dalam rangka membuat paguyuban blogger ini semakin ramai. Terimakasih buat para sedulur Blogger Kucingan yang sudah berbaik hati ngajari saya cara buat blog, mempercantik dan segala ubo rampenya.
Curug Citro Arum, sebuah air terjun dengan ketinggian 100 meter, dinding batu yang dihiasi jernihnya air pegunungan nan sejuk, ditambah lagi pepohonan besar menjulang tinggi menambah exotisme curug alam ini.
Keberadaan curug Citro arum ini sudah lama kang supri ketahui, dahulunya dikenal dengan sebutan "curug lawe". salah satu Bude saya yang tinggal di daerah air terjun ini bercerita tentang asal usul desa Pakis, dan kaitannya dengan curug Citro arum.
Ketika hari minggu kemarin 17 Maret 2012, kang supri menyempatkan ke curug Citro arum ini, karena kata Bude saya, sebentar lagi curug ini akan di bangun dan dibuka sebagai obyek wisata, mungkin inilah kesempatan terakhir dimana air terjun di desa pakis ini masih dalam keadaan perawan.
Hutan Citro arum yang masih alami
Kalau melihat keindahan air terjun ini, saya langsung teringat curug yang ada di kaliurang, dan kalau di bandingkan curug 7 bidadari, jelas kang supri lebih tertarik dengan curug Citro arum, karena curug ini adalah curug tertinggi di daerah kabupaten kendal, dan kolam yang terbentuk dibawahnya sangat menggoda mata untuk segera menceburkan diri dan berenang di dalamnya.
Kang supri yakin sekali jika curug Citro arum ini di bangun, akses jalan menuju kesana di perbaiki, dan fasilitas umum di sediakan, maka keberadaan air terjun ini akan segera menjadi Ikon baru bagi dunia pariwisata jawa tengah, dan lebih luas lagi yaitu di Indonesia.
Nama di balik air terjun ini menyimpan sekelumit kisah yang menarik untuk kita simak, Citro Arum dalam bahasa indonesia berarti Citra harum, namun Citro sendiri berasal dari sebuah nama seseorang, yaitu mbah Citro, seseorang yang dahulunya tinggal untuk pertama kalinya dan merintis Desa pakis, sedangkan arum di ambil dari nama sumber mata air terjun ini berasal yaitu "tuk wangi" karena di sumber air yang keluar dari tanah ini, berbau harum sehingga warga desa pakis dan kampung kedokan menamakan sumber mata air tersebut "tuk wangi".
inilah beberapa foto air terjun Citro arum yang kang supri ambil bersama pacar dan Bude Jumiyati sebagai pengelola pembangunan curug Citro arum ini.
Curug Citro Arum dari kejauhan
Air terjun Citro arum tampak dari depan
Air terjun Citro arum sangat dingin menyegarkan
Foto berdua di depan air terjun Citro arum
Untuk menuju air terjun Citro arum ini, teman-teman harus mencari desa Pakis, Limbangan. Kalau dari terminal Sumowono Bandungan, ambil aja arah Boja, setelah jalan sekitar 5 km cari aja sebuah tugu di samping jalan raya bertuliskan Desa Pakis. nanya aja ama warga sekitar pasti di tunjukin arah jalannya, dan jangan khawatir dengan akses jalannya, karena bulan April 2012 ini, jalan beton akan di bangun agar kendaraan lebih mudah menjangkau air terjun nan indah ini.
Temen-temen cek blogku ini aja, karena di bulan Mei nanti Air terjun ini rencananya akan dibuka untuk umum dan akan ada upacara adat untuk meresmikan curug. Pasti akan menarik dan ramai, siapin kamera dan ajak temen-temen yang banyak supaya seru, dan jadilah orang yang pertama kali berfoto-foto, bercerita tentang curug Citro arum.
Wisata Desa "Kaki Gunung" adalah gagasanku yang melihat banyak potensi wisata yang tersimpan di desa-desa yang terletak di kaki gunung Ungaran. Berderet keindahan alam tersebar dan bersembunyi di kerumunan pepohonan.
Jika teman-teman mengira Desa adalah sebuah tempat yang terpencil, terisolasi, kuper, miskin, dan banyak hal lain stereotip miring tentang pedesaan, maka kang supri katakan bahwa anggapan itu Salah besar! Sebaliknya, bagi kang supri, Desa adalah tempat untuk menikmati keindahan alam, kesejukan udara, jernihnya air pegunungan dan damainya sebuah kehidupan, dan satu hal lagi di desa-desa di kaki gunung Ungaran ini sangat kaya dengan keindahan alam (karena kang supri lahir dan besar di desa, jadi ya... belain orang desa dunk, hehehe).
Di tahun 80 hingga 90-an masyarakat luas hanya mengenal Gedong Songo sebagai obyek wisata yang ada di kaki gunung ungaran jawa tengah ini, namun di tahun 2012 ini, desa-desa di kaki gunung inipun mulai membuka diri dan menunjukkan mutiara alamnya yang sudah lama tersimpan, tersembunyi di balik kesunyian.
Wisata Desa "Kaki Gunung" ini adalah rangkaian wisata alam dengan mengunjungi obyek wisata yang terletak di desa-desa di sepanjang kaki gunung ungaran di mulai dari Jimbaran, Bandungan, Sumowono dan Berakhir di Limbangan.
Jika ingin menikmati petualangan wisata desa "kaki gunung" ini, ada beberapa desa yang wajib teman-teman kunjungi, beberapa pasti sudah familiar, tapi ada juga tempat yang masih asing karena benar-benar masih alami, dan jarang orang yang tahu keberadaanya.
1. Desa Jimbaran Desa jimbaran adalah sebuah desa yang terletak sekitar 30 Km dari kota Semarang, dan masuk di Kecamatan Bandungan. Di desa ini terdapat obyek wisata "UMBUL SIDO MUKTI". Wah kalau hari minggu dan hari libur tempat ini sangat ramai, teman-teman bisa melepas lelah sambil berenang, tuh kapan lagi ada kolam renang di pegunungan kalo tidak di Umbul sidomukti?.
Atau teman-teman bisa menikmati Flying Fox. Selama ini flying Fox yang ada di tempat lain hanya dari pohon ke pohon, udah biasa itu, maka di Umbul Sidomukti pasti jantung akan berdebar hebat, karena Flying Fox yang ada akan membawa teman-teman melintasi jurang yang curam, pengalaman yang mendebarkan bagi kang supri hehehe :).
2. Desa Candi Desa Candi adalah desa dimana Candi Gedong Songo yang terkenal itu berada. Teman-teman pasti tahu dong.. Candi peniggalan budaya Hindu ini sangat sayang untuk dilewatkan, sekarang tempat ini sudah di lengkapi dengan jalan setapak dari beton, jadi teman-teman gak usah takut terpelset lagi saat mendaki, menikmati keindahan bangunan kuno ini sampai di candi puncak tertinggi. Termasuk fasilitas mandi air hangat yang berasal dari perut bumi, sekarang lebih bersih dan indah.
3. Desa Keseneng Desa keseneng adalah desa yang masuk di kecamatan Sumowono (tempat dimana kang supri lahir hehehe), di desa keseneng ini terdapat aliran air yang sangat terkenal dengan nama curug 7 bidadari. Waktu kecil kang supri sudah kagum dengan keberadaan curug ini, barulah di tahun 2010 curug ini mendapat perhatian dari warga setempat untuk dijadikan tempat wisata.
4. Desa Pakis Desa Pakis adalah desa yang terletak di perbatasan wilayah kabupaten semarang dan kendal, desanya sih gak jauh dari curug 7 bidadari kok, paling sekitar 5 km dari Sumowono ke arah Boja.
Di desa Pakis ada sebuah curug yang belum banyak orang tahu, padahal potensinya sangat besar untuk dijadikan tempat wisata, curug ini hampir mirip dengan curug di kali urang Yogyakarta. Curug ini oleh warga desa pakis di beri nama Curug Citro Arum, Dengan ketinggian air 100 meter lebih, dihiasi pepohonan yang menjulang tinggi menjadikan curug ini sangat luar biasa indah.
Kolam yang ada di bawah curug ini sangat menggoda mata, airnya yang jernih menjadikan curug Citro Arum ini sangat menawan, keadaan curug ini yang masih alami menjadikan tempat ini agak sulit dijangkau kendaraan umum, kang supri harus berjalan kaki sekitar 500 meter untuk menjangkau curug citro Arum ini, tapi setelah melihat keindahannya, kang supri serasa menemukan harta yang tak ternilai harganya, sangat luar biasa dan mengagumkan.
5. Desa Bantir. Bantir adalah desa yang identik dengan perkemahan, karena di desa ini ada kompleks militer milik TNI AD yang disewakan untuk keperluan perkemahan, outbound dan lain-lain, jadi kang supri tidak asing lagi melihat anak-anak sekolah dari SD, SMP, SMA hingga karyawan sering menggunakan tempat ini untuk perkemahan.
Desa ini sangat strategis karena sangat dekat dengan tiga obyek wisata sekaligus, yaitu Curug 7 Bidadari( 1 km dari sebelah selatan kompleks), Curug Citro Arum(5 km dari sebelah barat kompleks), dan Candi Gedong Songo ( 5 Km Sblh Utara Kompleks). Areal persawahan yang luas dan dilengkapi hutan pinus, menjadikan desa ini sangat eksotis.
6. Desa Candigaron.
Letak Desa yang sangat tinggi menyebabkan kita bisa melihat pemandangan alam secara luar biasa, deretan perbukitan dan perkotaan berjajar terlihat mempesona, kita bisa melihat beberapa kota sekaligus, ada semarang, temanggung, kendal, magelang.
Desa ini sering digunakan para pengendara motor cross sebagai ajang lintas alam, jadi jangan heran apabila nanti teman-teman melintas di Desa ini akan melihat banyak sekali motor-motor model trail berkeliaran di desa ini, khususnya di hari-hari libur.
Apabila musim kopi berbunga, desa ini akan berbau harum, melintasi desa Candigaron yaitu sepanjang perjalanan dari Sumowono ke Temanggung akan sangat menyenangkan dengan adanya aroma bunga kopi yang wangi dan menenangkan.
7. Desa Bandungan
Desa Bandungan yang kini menjadi sebuah kecamatan adalah tempat dimana teman-teman bisa melepas lelah setelah berwisata ria melintasi pedesaan. Di Bandungan kita bisa menikmati getuk, kelengkeng, tahu serasi atau berburu aneka tanaman hias, pokoknya di antara desa-desa yang ada di sekitar kaki gunung Ungaran, Bandungan adalah primadonanya, taman-taman bunga bertebaran di mana-mana menjadikan Bandungan semakin tampak cantik mempesona.
Tempat ini mungkin sudah ramai dan sudah jauh apabila di katakan sebuah desa, tapi 20 tahun silam, sewaktu kang supri masih kecil, transportasi yang digunakan pada saat itu adalah delman, jadi kalau hari minggu pagi kang supri biasanya melihat pedang bunga saling bertransaksi di atas kuda atau delman, pokoknya indah banget kalau mengenang masa itu.
Jika teman-teman singgah ke Bandungan, maka desa-desa di atas yang kang supri sebutin bisa menjadi alternatif untuk dikunjungi, "Desa is Beautiful".
Walaupun gagasan wisata desa "kaki gunung" ini masih terbatas di blog ini saja, namun kang supri berharap pemerintah bisa memperhatikan potensi-potensi yang ada di desa-desa kaki gunung ungaran ini, agar bisa menjadi wisata impian, sangat disayangkan apabila Sumber daya Alam yang indah ini hanya bisa di nikmati oleh segelintir orang saja dan tidak dikembangkan dengan serius, padahal hal ini bisa menjadi salah satu jalan keluar bagi banyak masalah, pengangguran misalnya.
Masjid Agung Jawa Tengah Sabtu, 25 Februari 2012 di tutup untuk beberapa saat terkait adanya bungkusan mencurigakan di kompleks depan pelataran masjid. Sekitar jam 8.15 kang supri melihat beberapa jajaran kepolisian dan tim gegana sedang berkumpul di sebelah kanan parkiran masjid.
Awalnya kang supri menduga kalau ada pejabat yang akan datang berkunjung, jadi kehadiran polisi tersebut tidak terlalu mengudang perhatian, karena memang tujuan kang supri ke masjid agung jawa tengah ini adalah untuk mencari ketenangan dan melepas lelah karena harus bangun pagi-pagi.
Sekitar pukul 9.30 kang supri mo keluar, ternyata semua pengunjung tidak diperbolehkan keluar atau masuk ke Masjid Agung, "ada bungkusan mencurigakan di sebelah hotel masjid agung" kata tukang parkir. Ia mengatakan kalau seseorang naik mobil masuk ke kompleks pada sore hari sebelumnya yaitu pada hari jum'at 24 februari 2012, kemudian meletakkan sesuatu di dekat penginapan setelah itu pergi.
Kang supri memang tidak terlalu tertarik dengan berita ini, karena ketika masih pagi para pengunjung dengan leluasa masuk dan keluar masjid agung, namun setelah para wartawan datang meliput, mendandak suasana di buat tegang, kalau memang situasi belum menentu, kenapa pagi itu pengunjung masih boleh masuk ya, malah kang supri melihat rombongan playgroup yang terpaksa menunggu agak lama di dalam kompleks masjid karena tidak diperbolehkan keluar.
Setelah wartawan datang dan diperbolehkan masuk terlihat seseorang membagikan 'sesuatu' kepada para wartawan yang datang untuk meliput, kayaknya sie sejenis 'press release' gitu. emang kalau ada kasus seperti itu langsung ada press releasenya ya?
Setelah agak lama menunggu, akhirnya kang supri dan pengunjung lainnya di perbolehkan keluar, (kirain mo diperiksa satu-satu) hehe.. Ya semoga dengan isu bom di masjid agung Jawa Tengan ini membuat kita semakin dekat kepada Tuhan, entah benar atau tidak isu bungkusan mencurigakan tersebut, yang penting kita tetap waspada.
Asolole, asololee, dengerin Lagu dangdut koplo ini, dijamin langsung nancep di ingatan. Entah kenapa istilah asolole ini begitu mudahnya merasuki kepala kang supri, setelah mendengar lagu dangdut di hp keponakan, esok harinya kata-kata ini selalu terngiang di Otakku.. apalagi beberapa temen kampus juga mulai menggunakan kata-kata ASOLOLE ketika mereka berbicara... duh bikin empet neh kata-kata.
Gak tau juga neh arti dari kata asolole, mungkin si penyanyi yang tahu sejarah asal muasal kata-kata ini, Lagu ini di naynyikan oleh Eny Sagita(Sagita) dan diproduksi oleh Krisna Music, apa mungkin ya lagu ini akan menyusul ketenaran alamat palsu ayu tingting... yang jelas di otakku lagi di penuhi asolole...
Mak iki anakmu prawan
wiwit mbiyen ono ing perantauan
iling ngiwangi neng kantin sekolahan
telung sasi mak aku urung bayaran
mak dongamu mandhi tenan diijabahi marang gusti pengeran