12/15/2009

Sejuta Rasa Kuliner Semawis

kampung semawis Pernah ke Semarang? pernah ke Kampung Semawis... eh emang apaan sie tuh? wah kalau belum tahu, neh kang supri ceritain petualangan saya menemukan dan merasakan sensasi sejuta rasa kuliner di Gang Warung, Pecinan ini. Hampir semua hidangan khas Semarang tersedia disini. Mulai dari ontbijtkoek dan kue almond toko Oen yang klasik, tahu pong Peloranes puter cong Lik yang legendaris, sampai sate ayam jalan Gajah Mada, bahkan lumpia Semarang juga ada disini.

Itu baru pembukanya saja lho, karena setelah masuk gang warung ini, dimana mata kampung semawis gang warungmemandang, di situlah makanan terlihat, aroma harum akan tercium dimana-mana, membuat perut terasa lapar tiba-tiba, terus kapan sie pasar kampung semawis ini buka? Pasar ini Buka mulai Jam 16.00 - 24.00 tiap hari Jum'at, Sabtu dan Minggu. Suasana kekeluargaan begitu terasa disini, warna lampu yang kuning seperti di foto menjadi ciri khas saat memasuki pasar. Suasana yang hangat, senyum ramah disekeliling membuat betah hati kang supri. Tak salah apabila tempat ini dijadikan tempat reunian, atau tempat dimana kita bisa menikmati suasana kampung pecinan ditengah-tengah kota. Sambil menikmati makanan yang kita pesan, kita juga bisa berkaraoke ria, koleksi lagunya juga lengkap kok, gak hanya lagu mandarin saja yang diputar, namun koleksi lagu Indonesai juga ada. Engkong-engkong aja yang suaranya pas-pasan bersenandung ria disalah satu stan karaoke, mereka gak malu berekspresi di depan banyak orang atau keluargannya, mungkin orang-orang yang datang kepasar ini mengedepankan rasa solidaritas dan kebersamaan.

Awal mulanya pasar Semawis ini merupakan sebuah kegiatan yang hanya digelar saat menjelang perayaan Imlek, namun atas prakarsa komunitas Pecinan Semarang, maka diadakan sebuah pasar yang menghimpun para pedagang agar mereka mempunyai lahan strategis untuk menarik minat wisata, jadi pengunjung pasar ini sangat beragam, tak hanya warga keturunan Cina, namun warga berasal dari keturunan Arab, Jawa, dan berbagai suku lainnya yang tinggal di Jawa Tengah khususnya Semarang sangat senang mendatangi pasar ini, termasuk kang supri hehehe..

Beberapa ikon kuliner kota Semarang tersedia disini, selain yang kang kuliner semarangsupri sebutin di atas, di kampung ini para sedulur akan menemukan Pisang Plenet, Nasi Ayam Karangturi, Sate Pak Kempleng, Nasi Gudeg Mbok Sireng, Nasi Pindang dan Soto Sapi Bu Tris, hingga hidangan oriental seperti Nasi Goreng, Bakmie Jawa, Nasi Pela, dan masih banyak aneka minuman dan kue tradisional. Wuih pokoknya kampung semawis bagai surga bagi kaum kulinerlah.. semuanya menggoda untuk kita nikmati, harga makanan dan minumannya antara Rp. 2.500,00 – Rp. 25.000,00. murah kan? Tenang aja setiap makanan disini, akan ada tanda halalnya kok..

Kehadiran pasar ini menambah keunikan kota semarang , makan semarangdibawah taburan bintang dikelilingi musik oriental, hem.. rasanya jarang bisa kita temui. kalau para sedulur mempunyai pengalaman serupa ditempat lain , coba sharing disini ya, , maklum kebanyakan muter-muter di kandang sendiri sie, jadi agak kuper soal luar daerah Semarang hehee..

Nah kalau para sedulur ingin memiliki aksesoris khas pecinan, ditempat ini juga ada, Aneka semarang banjir kulinergelang dan kalung giok, batu mulia, patung Budhha biasanya selalu ada di pasar ini. Ada beberapa pedagang yang tidak bisa memakai bahasa indonesia untuk bertransaksi, trus gimana donk? jangan khawatir, mereka sangat pandai memakai bahasa isyarat, kalau ingin menunjukkan kesepakatan harga mereka akan menunjukannya memakai kalkulator, unik kan? coba aja deh, dan nikmati pengalaman yang mengesankan di pasar ini. Baca juga pengalaman kang Supri mencicipi menu unik di Semarang.


22 komentar:

sian mengatakan...

wah ternyata situsnya lengkap nih, bravo...hehe

Suprih Rustanto mengatakan...

@sian: makasih mbak, ah cuma tulisan yang gak enak dimakan mbak, hehe.. lebih enak dan lengkap aslinya :)

errick mengatakan...

semarang pancen oye

Andy MSE mengatakan...

saya jagokan blog ini menjadi juara BlogFest'09...
tulisan2nya mantap abisss...

Slamet Riyadi mengatakan...

wah belum pernah kesii nih
paling sering di warrung si boy ma lombok idjo hehehe

thanx dah mampir nih

Anonim mengatakan...

Semarang......
pengen ne ke sana,,,kapan yach....
ada yang mau ajak?????
heheheh

apalagi soal kuliner, mmmm,,,,jadi ngiri ne ma orang2 yang udah cicipin kuliner khas Semarang.....

Anonim mengatakan...

terimakasih banyak kang Supri karena sudah mengunjungi laman saya, begitu tersanjung rasa hati karena mas mau mengunjungi laman saya, waw kalau melihat wisata kuliner di semarang bikin perut keroncongan mas, harganya jg tidak terlalu mahal,, salam dari saya di Kalimantan Tengah.

Anonim mengatakan...

mas supri saya akan mentaut mas sebagai teman blog saya yah... supaya kita tetap bisa bersahabat dan saya bisa setiap saat mengunjungi blog mas supri...salam

Rachmad Widodo mengatakan...

Hehehehe...bukan khawatir kenapa2 Mas. Cuma khawatir biasanya kalau ada peringatan gitu komentar saya ditolak.Jadi mesti ngetik koment ulang, sampai beberapa kali baru berhasil.Tapi tidak di blog Mas Suprih kok, di blog yang lain.
O,ya.Blognya asik,unik,menarik. Lanjutkan Mas!

Nova Imoet mengatakan...

ngbacanya bikin laper..
hehehhe..
blom pernah ke semarang sih...

adhityakusuma mengatakan...

WOW... DINANE APIK TENAN KANG SUPRI... MUGO WAE WARUNGE TAMBAH SING TUKU... AKU TITIP MENU GROMBYANG PEMALANG KANG... ANDOM SLAMET

Unknown mengatakan...

wah akhirnya saya berkunjung ke sini juga mas, dari OWL ke Blospot. :D

Unknown mengatakan...

ini blog lain saya di aulia87.wordpress.com mas supri ;)

haridiva mengatakan...

Rasanya pingin jalan-jalan ke Semarang, sayang belum pernah dapat kesempatan :) Kecuali kalau ada tugas saja.

housedesigna mengatakan...

pingin ke semarang , makan lumpaiii

rosa zulfikhar mengatakan...

wah mantep tenan. sesuk tak dolan neng semarang..

he...

:->

komuter mengatakan...

salam kenal,
kalau saya mendapat kesempatan ke semarang, bersediakah dikau menjadi guide ku ??

Vicky mengatakan...

Kalau Pasar Semawis ini pecinan, ada babinya, ndak?

Suprih Rustanto mengatakan...

@errick: salam oye juga mas :)
@Andy MSE : ah Bapak terlalu menyanjung, sekedar berbagi info aja pak,semoga berguna,itupun kalo ada yang mau baca :)
@aaSlamDunk:thx juga kang, warung si boy juga oke kok :)
@aaimz: wah silahken ke semarang, ayo nanti kita muter-muter sampe jempor :)
@bayuputrabio: Anda pasti baik hati :) lha ini buktinya mas kok mau-maunya mentautkan blog yang alakadarnya ini :)
@Rachmad Widodo: Oke mas, makasih atas perhatiannya
@Nova Imoet: ayo dong mbak ke Semarang...
@adhityakusuma: Oke kang, ditunggu ampe taon dpam yo :)
@hack87: makasih juga mas, saya udah berkunjung di fersi wordpressnya, keren uey..
@Haridivanandha:Ayo kesemarang, pokoke bakalan mesam-mesem wes to :)
@housedesigna: :) yang bener lumpia mas :)
@rosa zulfikhar: Ayo kesemarang, monggo-monggo kula estoaken dawuh..
@komuter berkata: Rebes boz, saya siap mengantar.. tinggal meseses aja atao pesbukan juga oke :)
@Vicky: emm kalo yang udah jadi sate ada vick :) satu tusuk 3000

Kasmadi74 mengatakan...

salam kuliner mas, .... nice blog salam kembali dari blogger Jakarta (rujakuleg.blogspot.com)

Suprih Rustanto mengatakan...

@Kasmadi: Makasih atas kunjungan baliknya mas, rujakulegnya mantap :)

ardhi mengatakan...

weleh.. kuto semarang toh iki...
cuman aku durung tau mlaku2 neng semarang..

Mengenai Saya