Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

7/14/2019

Menggagas Desa Wisata "KAKI GUNUNG UNGARAN"


Wisata Desa "Kaki Gunung Ungaran" adalah gagasanku yang melihat banyak potensi wisata yang tersimpan di desa-desa yang terletak di kaki gunung Ungaran. Berderet keindahan alam tersebar dan bersembunyi di kerumunan pepohonan.

Jika teman-teman mengira Desa adalah sebuah tempat yang terpencil, terisolasi, kuper, miskin, dan banyak hal lain stereotip dari pedesaan, maka saya katakan bahwa anggapan itu Salah besar! Sebaliknya, bagi kang supri, Desa adalah tempat untuk menikmati keindahan alam, kesejukan udara, jernihnya air pegunungan dan damainya sebuah kehidupan, dan satu hal lagi di desa-desa di kaki gunung Ungaran ini sangat kaya dengan keindahan alam.

Di tahun 80 hingga 90-an masyarakat luas hanya mengenal Gedong Songo sebagai obyek wisata yang ada di kaki gunung ungaran jawa tengah ini, namun di tahun 2012 ini, desa-desa di kaki gunung inipun mulai membuka diri dan menunjukkan mutiara alamnya yang sudah lama tersimpan, tersembunyi di balik kesunyian.

Jika ingin menikmati petualangan wisata desa "kaki gunung" ini, ada beberapa desa yang wajib teman-teman kunjungi, beberapa pasti sudah familiar, tapi ada juga tempat yang masih asing karena benar-benar masih alami, dan jarang orang yang tahu keberadaanya.

9/15/2016

Semua Serba Seribu, Ayo Serbuuu

Sewu dalam bahasa Indonesia adalah seribu, Nah ternyata di Jawa Tengah ini ada tempat-tempat unik memakai kata yang identik sekali dengan orang jawa ini.
1. Candi Sewu. 

Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Kompleks candi Sewu adalah kumpulan candi Buddha terbesar di kawasan sekitar Prambanan, dengan bentang ukuran lahan 185 meter utara-selatan dan 165 meter timur-barat. Pintu masuk kompleks dapat ditemukan di keempat penjuru mata angin, tetapi mencermati susunan bangunannya, diketahui pintu utama terletak di sisi timur.

Aslinya terdapat 249 bangunan candi di kompleks ini yang disusun membentuk mandala wajradhatu, perwujudan alam semesta dalam kosmologi Buddha Mahayana. Selain satu candi utama yang terbesar, pada bentangan poros tengah, utara-selatan dan timur-barat, pada jarak 200 meter satu sama lain, antara baris ke-2 dan ke-3 candi Perwara (pengawal) kecil terdapat 8 Candi Penjuru, candi-candi ini ukurannya kedua terbesar setelah candi utama. Aslinya di setiap penjuru mata angin terdapat masing-masing sepasang candi penjuru yang saling berhadapan, tetapi kini hanya candi penjuru kembar timur dan satu candi penjuru utara yang masih utuh. Berdasarkan penelitian fondasi bangunan, diperkirakan hanya satu candi penjuru di utara dan satu candi penjuru di selatan yang sempat dibangun, keduanya menghadap timur. Itu berarti mungkin memang candi penjuru utara sisi timur dan penjuru uselatan sisi timur memang tidak pernah (tidak sempat) dibangun untuk melengkapi rancangan awalnya.

2. Curug Sewu 

Curug Sewu terletak di Patean, Kendal dan merupakan air terjun tingkat tiga dengan ketinggian sekitar 80m.

Nama air terjun tersebut diambil dari nama desa tempat air terjun tersebut berada, yakni desa Curugsewu tepatnya di Kecamatan Patean, jaraknya 40 kilometer dari kota Kendal dengan terlebih dahulu melewati kota Weleri dan Sukorejo.

Air terjun Curugsewu memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri dibandingkan air terjun lainnya, dengan total ketinggian 70 meter yang terdiri dari 3 terjunan, masing-masing memiliki ketinggian 45 meter, 15 meter dan 20 meter. terlihat sangat indah dan menawan untuk dipandang, terlebih pada saat tertentu, dari antara terjunan muncul pelangi paduan aneka ragam warna yang mempesona.

Untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, sekitar lokasi Air Terjun Curugsewu telah dilengkapi dengan taman rekreasi beserta fasilitas pelengkap seperti panggung taman bermain anak, Kebun binatang mini dan Kolam Renang serta berbagai fasilitas lainnya. Masih mengenai keistimewaan dan keunikkannya, ternyata eh tenyata Air Terjun Curugsewu merupakan air terjun tertinggi di Jawa Tengah.

3. Lawang Sewu

Masyarakat setempat (Semarang) menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Kalau yang udah pernah ketempat ini, pasti tahu gimana rasanya ketika masuk kedalamnya, bikin penasaran.
cerita tentang lawang sewu pernah kang supri tulis di halaman sebelumnya, coba deh sekali-kali kunjungi gedung bersejarah ini.

Tuh tinggal pilih, semua serba seribu... ayo serbuu :)

3/19/2012

Curug Citro Arum


Curug Citro Arum, sebuah air terjun dengan ketinggian 100 meter, dinding batu yang dihiasi jernihnya air pegunungan nan sejuk, ditambah lagi pepohonan besar menjulang tinggi menambah exotisme curug alam ini.

Keberadaan curug Citro arum ini sudah lama kang supri ketahui, dahulunya dikenal dengan sebutan "curug lawe". salah satu Bude saya yang tinggal di daerah air terjun ini bercerita tentang asal usul desa Pakis, dan kaitannya dengan curug Citro arum.

Ketika hari minggu kemarin 17 Maret 2012, kang supri menyempatkan ke curug Citro arum ini, karena kata Bude saya, sebentar lagi curug ini akan di bangun dan dibuka sebagai obyek wisata, mungkin inilah kesempatan terakhir dimana air terjun di desa pakis ini masih dalam keadaan perawan.
air terjun Citro ArumHutan Citro arum yang masih alami

Kalau melihat keindahan air terjun ini, saya langsung teringat curug yang ada di kaliurang, dan kalau di bandingkan curug 7 bidadari, jelas kang supri lebih tertarik dengan curug Citro arum, karena curug ini adalah curug tertinggi di daerah kabupaten kendal, dan kolam yang terbentuk dibawahnya sangat menggoda mata untuk segera menceburkan diri dan berenang di dalamnya.

Kang supri yakin sekali jika curug Citro arum ini di bangun, akses jalan menuju kesana di perbaiki, dan fasilitas umum di sediakan, maka keberadaan air terjun ini akan segera menjadi Ikon baru bagi dunia pariwisata jawa tengah, dan lebih luas lagi yaitu di Indonesia.

Nama di balik air terjun ini menyimpan sekelumit kisah yang menarik untuk kita simak, Citro Arum dalam bahasa indonesia berarti Citra harum, namun Citro sendiri berasal dari sebuah nama seseorang, yaitu mbah Citro, seseorang yang dahulunya tinggal untuk pertama kalinya dan merintis Desa pakis, sedangkan arum di ambil dari nama sumber mata air terjun ini berasal yaitu "tuk wangi" karena di sumber air yang keluar dari tanah ini, berbau harum sehingga warga desa pakis dan kampung kedokan menamakan sumber mata air tersebut "tuk wangi".

inilah beberapa foto air terjun Citro arum yang kang supri ambil bersama pacar dan Bude Jumiyati sebagai pengelola pembangunan curug Citro arum ini.

curug Citro arumCurug Citro Arum dari kejauhan


Curug Citro ArumAir terjun Citro arum tampak dari depan


curug lawe
Air terjun Citro arum sangat dingin menyegarkan


Curug Citro ArumFoto berdua di depan air terjun Citro arum

Untuk menuju air terjun Citro arum ini, teman-teman harus mencari desa Pakis, Limbangan. Kalau dari terminal Sumowono Bandungan, ambil aja arah Boja, setelah jalan sekitar 5 km cari aja sebuah tugu di samping jalan raya bertuliskan Desa Pakis. nanya aja ama warga sekitar pasti di tunjukin arah jalannya, dan jangan khawatir dengan akses jalannya, karena bulan April 2012 ini, jalan beton akan di bangun agar kendaraan lebih mudah menjangkau air terjun nan indah ini.

Temen-temen cek blogku ini aja, karena di bulan Mei nanti Air terjun ini rencananya akan dibuka untuk umum dan akan ada upacara adat untuk meresmikan curug. Pasti akan menarik dan ramai, siapin kamera dan ajak temen-temen yang banyak supaya seru, dan jadilah orang yang pertama kali berfoto-foto, bercerita tentang curug Citro arum.

Menggagas Wisata Desa "Kaki Gunung"

gunung ungaranGunung Ungaran dilihat dari desaku

Wisata Desa "Kaki Gunung" adalah gagasanku yang melihat banyak potensi wisata yang tersimpan di desa-desa yang terletak di kaki gunung Ungaran. Berderet keindahan alam tersebar dan bersembunyi di kerumunan pepohonan.

Jika teman-teman mengira Desa adalah sebuah tempat yang terpencil, terisolasi, kuper, miskin, dan banyak hal lain stereotip miring tentang pedesaan, maka kang supri katakan bahwa anggapan itu Salah besar! Sebaliknya, bagi kang supri, Desa adalah tempat untuk menikmati keindahan alam, kesejukan udara, jernihnya air pegunungan dan damainya sebuah kehidupan, dan satu hal lagi di desa-desa di kaki gunung Ungaran ini sangat kaya dengan keindahan alam (karena kang supri lahir dan besar di desa, jadi ya... belain orang desa dunk, hehehe).

Di tahun 80 hingga 90-an masyarakat luas hanya mengenal Gedong Songo sebagai obyek wisata yang ada di kaki gunung ungaran jawa tengah ini, namun di tahun 2012 ini, desa-desa di kaki gunung inipun mulai membuka diri dan menunjukkan mutiara alamnya yang sudah lama tersimpan, tersembunyi di balik kesunyian.

Wisata Desa "Kaki Gunung" ini adalah rangkaian wisata alam dengan mengunjungi obyek wisata yang terletak di desa-desa di sepanjang kaki gunung ungaran di mulai dari Jimbaran, Bandungan, Sumowono dan Berakhir di Limbangan.

Jika ingin menikmati petualangan wisata desa "kaki gunung" ini, ada beberapa desa yang wajib teman-teman kunjungi, beberapa pasti sudah familiar, tapi ada juga tempat yang masih asing karena benar-benar masih alami, dan jarang orang yang tahu keberadaanya.

1. Desa Jimbaran
umbul sidomuktiDesa jimbaran adalah sebuah desa yang terletak sekitar 30 Km dari kota Semarang, dan masuk di Kecamatan Bandungan. Di desa ini terdapat obyek wisata "UMBUL SIDO MUKTI".
Wah kalau hari minggu dan hari libur tempat ini sangat ramai, teman-teman bisa melepas lelah sambil berenang, tuh kapan lagi ada kolam renang di pegunungan kalo tidak di Umbul sidomukti?.

Atau teman-teman bisa menikmati Flying Fox. Selama ini flying Fox yang ada di tempat lain hanya dari pohon ke pohon, udah biasa itu, maka di Umbul Sidomukti pasti jantung akan berdebar hebat, karena Flying Fox yang ada akan membawa teman-teman melintasi jurang yang curam, pengalaman yang mendebarkan bagi kang supri hehehe :).

2. Desa Candi
gedong songoDesa Candi adalah desa dimana Candi Gedong Songo yang terkenal itu berada. Teman-teman pasti tahu dong.. Candi peniggalan budaya Hindu ini sangat sayang untuk dilewatkan, sekarang tempat ini sudah di lengkapi dengan jalan setapak dari beton, jadi teman-teman gak usah takut terpelset lagi saat mendaki, menikmati keindahan bangunan kuno ini sampai di candi puncak tertinggi. Termasuk fasilitas mandi air hangat yang berasal dari perut bumi, sekarang lebih bersih dan indah.

3. Desa Keseneng
curug 7 bidadariDesa keseneng adalah desa yang masuk di kecamatan Sumowono (tempat dimana kang supri lahir hehehe), di desa keseneng ini terdapat aliran air yang sangat terkenal dengan nama curug 7 bidadari. Waktu kecil kang supri sudah kagum dengan keberadaan curug ini, barulah di tahun 2010 curug ini mendapat perhatian dari warga setempat untuk dijadikan tempat wisata.

4. Desa Pakis
curug citro arumDesa Pakis adalah desa yang terletak di perbatasan wilayah kabupaten semarang dan kendal, desanya sih gak jauh dari curug 7 bidadari kok, paling sekitar 5 km dari Sumowono ke arah Boja.

Di desa Pakis ada sebuah curug yang belum banyak orang tahu, padahal potensinya sangat besar untuk dijadikan tempat wisata, curug ini hampir mirip dengan curug di kali urang Yogyakarta.
Curug ini oleh warga desa pakis di beri nama Curug Citro Arum, Dengan ketinggian air 100 meter lebih, dihiasi pepohonan yang menjulang tinggi menjadikan curug ini sangat luar biasa indah.

Kolam yang ada di bawah curug ini sangat menggoda mata, airnya yang jernih menjadikan curug Citro Arum ini sangat menawan, keadaan curug ini yang masih alami menjadikan tempat ini agak sulit dijangkau kendaraan umum, kang supri harus berjalan kaki sekitar 500 meter untuk menjangkau curug citro Arum ini, tapi setelah melihat keindahannya, kang supri serasa menemukan harta yang tak ternilai harganya, sangat luar biasa dan mengagumkan.

5. Desa Bantir.
bantir sumowonoBantir adalah desa yang identik dengan perkemahan, karena di desa ini ada kompleks militer milik TNI AD yang disewakan untuk keperluan perkemahan, outbound dan lain-lain, jadi kang supri tidak asing lagi melihat anak-anak sekolah dari SD, SMP, SMA hingga karyawan sering menggunakan tempat ini untuk perkemahan.

Desa ini sangat strategis karena sangat dekat dengan tiga obyek wisata sekaligus, yaitu Curug 7 Bidadari ( 1 km dari sebelah selatan kompleks), Curug Citro Arum (5 km dari sebelah barat kompleks), dan Candi Gedong Songo ( 5 Km Sblh Utara Kompleks). Areal persawahan yang luas dan dilengkapi hutan pinus, menjadikan desa ini sangat eksotis.

6. Desa Candigaron.

candigaron sumowonoLetak Desa yang sangat tinggi menyebabkan kita bisa melihat pemandangan alam secara luar biasa, deretan perbukitan dan perkotaan berjajar terlihat mempesona, kita bisa melihat beberapa kota sekaligus, ada semarang, temanggung, kendal, magelang.

Desa ini sering digunakan para pengendara motor cross sebagai ajang lintas alam, jadi jangan heran apabila nanti teman-teman melintas di Desa ini akan melihat banyak sekali motor-motor model trail berkeliaran di desa ini, khususnya di hari-hari libur.

Apabila musim kopi berbunga, desa ini akan berbau harum, melintasi desa Candigaron yaitu sepanjang perjalanan dari Sumowono ke Temanggung akan sangat menyenangkan dengan adanya aroma bunga kopi yang wangi dan menenangkan.

7. Desa Bandungan

bandunganDesa Bandungan yang kini menjadi sebuah kecamatan adalah tempat dimana teman-teman bisa melepas lelah setelah berwisata ria melintasi pedesaan.
Di Bandungan kita bisa menikmati getuk, kelengkeng, tahu serasi atau berburu aneka tanaman hias, pokoknya di antara desa-desa yang ada di sekitar kaki gunung Ungaran, Bandungan adalah primadonanya, taman-taman bunga bertebaran di mana-mana menjadikan Bandungan semakin tampak cantik mempesona.

Tempat ini mungkin sudah ramai dan sudah jauh apabila di katakan sebuah desa, tapi 20 tahun silam, sewaktu kang supri masih kecil, transportasi yang digunakan pada saat itu adalah delman, jadi kalau hari minggu pagi kang supri biasanya melihat pedang bunga saling bertransaksi di atas kuda atau delman, pokoknya indah banget kalau mengenang masa itu.

Jika teman-teman singgah ke Bandungan, maka desa-desa di atas yang kang supri sebutin bisa menjadi alternatif untuk dikunjungi, "Desa is Beautiful".

Walaupun gagasan wisata desa "kaki gunung" ini masih terbatas di blog ini saja, namun kang supri berharap pemerintah bisa memperhatikan potensi-potensi yang ada di desa-desa kaki gunung ungaran ini, agar bisa menjadi wisata impian, sangat disayangkan apabila Sumber daya Alam yang indah ini hanya bisa di nikmati oleh segelintir orang saja dan tidak dikembangkan dengan serius, padahal hal ini bisa menjadi salah satu jalan keluar bagi banyak masalah, pengangguran misalnya.

Mengenai Saya