Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Budaya. Tampilkan semua postingan

7/14/2019

Menggagas Desa Wisata "KAKI GUNUNG UNGARAN"


Wisata Desa "Kaki Gunung Ungaran" adalah gagasanku yang melihat banyak potensi wisata yang tersimpan di desa-desa yang terletak di kaki gunung Ungaran. Berderet keindahan alam tersebar dan bersembunyi di kerumunan pepohonan.

Jika teman-teman mengira Desa adalah sebuah tempat yang terpencil, terisolasi, kuper, miskin, dan banyak hal lain stereotip dari pedesaan, maka saya katakan bahwa anggapan itu Salah besar! Sebaliknya, bagi kang supri, Desa adalah tempat untuk menikmati keindahan alam, kesejukan udara, jernihnya air pegunungan dan damainya sebuah kehidupan, dan satu hal lagi di desa-desa di kaki gunung Ungaran ini sangat kaya dengan keindahan alam.

Di tahun 80 hingga 90-an masyarakat luas hanya mengenal Gedong Songo sebagai obyek wisata yang ada di kaki gunung ungaran jawa tengah ini, namun di tahun 2012 ini, desa-desa di kaki gunung inipun mulai membuka diri dan menunjukkan mutiara alamnya yang sudah lama tersimpan, tersembunyi di balik kesunyian.

Jika ingin menikmati petualangan wisata desa "kaki gunung" ini, ada beberapa desa yang wajib teman-teman kunjungi, beberapa pasti sudah familiar, tapi ada juga tempat yang masih asing karena benar-benar masih alami, dan jarang orang yang tahu keberadaanya.

10/28/2016

Melukis Pesona Kearifan Budaya Lokal Jawa Tengah

Melukis Pesona Kearifan Budaya Lokal Jawa Tengah 

Suara talu gamelan dan kendang sayup-sayup terdengar ketika memasuki desaku nan sejuk di bawah kaki gunung ungaran, sekejab alunan tersebut membawa kepingan masa kecil saya dimana sering sekali melihat pertunjukan kuda lumping dan reog, para penari dengan dandanan yang aneh, aneka warna slendang yang menghiasi jaran kepang (kuda lumping),ada kuning, hijau, biru berhiaskan dengan manik-manik warna emas, atau juga kumis tebal buatan yang menempel di wajah penari prianya, sungguh kagum pertunjukan tersebut menghiasi pandangan mata kecil saya. 

 
Kuda Lumping di Kampungku


Ditengah-tengah lapangan kuda lumping itu dipertunjukkan, dengan pengeras suara yang lantang, membuat seluruh penjuru desa mendengar ketika gamelan dimainkan, begitu keras sehingga tanpa sadar kaki kecil saya ikut melompat -lompat kegirangan karena sebentar lagi akan melihat orang kesurupan. 

Apalagi jajan pasarnya sangat menggoda lidah, tak urung saya sering merengek meminta jatah lebih sekedar ingin membeli cethil dan cethot, makanan terbuat dari ketan dengan cairan gula di dalamnya, taburan kelapa diatasnya membuat lidah saya tak tertahan ingin segera mencicipinya. Apalagi kalau melihat ada cucur, mendoan, ondhe-ondhe, rasaya saya tenggelam dilautan kuliner, sebagian dari makanan desa yang sangat mengundang selera makan perut kecil saya 20 tahun silam.

Lama berselang, ternyata kenangan tersebut yang membuat saya rindu untuk selalu pulang ke kampung halaman, ada secercah energi yang tersimpan yang membuat saya selalu menyunggingkan senyum apabila mengingatnya, sebuah gubug di pinggiran desa, yang penduduknya selalu menyapa dengan ramah ketika saya tiba. Udaranya tetap sejuk, dipagi hari selalu terlihat kabut tipis yang menghiasai wajah teras rumah orang tuaku. 
Penampakan Gunung Ungaran dari Kampungku

Desaku, yang terletak kaki gunung ungaran menjadi sebuah goresan kecil di kanvas tanah Jawa Tengah ini sebuah lukisan indah tergambar jika kita mampu mengangkat kearifan budaya lokal  yang ada di jawa tengah ini. Mulai dari sekelumit budaya yang ada di pelosok pedesaan, lihatlah Dieng, potongan kecil dari ribuan kekayaan budaya jawa tengah, dengan ritual potong rambut gimbalnya, sekarang Dieng menjadi sebuah nama yang tidak asing di telinga para pencari kekaguman, sebuah pemandangan yang menjadi perhatian bukan hanya dari penduduk lokal, melainkan juga perhatian dari mata dunia. Pemandangan yang mempesona hati ternyata bukan datang dari tingginya kemajuan teknologi atau perkembangan peradaban masyarakatnya saja, namun dibentuk dari kearifan budaya yang dipelihara secara turun menurun. Dan sejatinya di Jawa Tengah tersebar "dieng-dieng" yang lain, yang siap menyuguhkan keanggunan alam dan budayanya.

Dah Jadul banget neh poto sama temen kuliah di Dieng

Apalagi kalau kita melihat batuan candi-candi yang ada di jawa tengah, kita akan melihat keagungan peradaban masa silam, begitu beragam dengan sejuta pesonanya membuat saya selalu bertanya, di jaman apakah saya hidup sekarang ini? goresan cerita yang tergambar di bebatuan itu seakan mengingatkan dari manakah sesungguhnya kita berasal.

Bukankah kita punya Candi Borobudur, peninggalan leluhur yang patut kita banggakan, yang saya baca dari buku-buku sejarah, Candi nan megah ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan sang pencipta sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan.
Gaya perenungan di Candi Borobudur

Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir  atau Piramida Teotihuacan di Meksiko, Candi Borobudur merupakan versi lain dari bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun. Sungguh bangga saya berada di tanah Jawa ini. Namun sekali lagi, Borobudur hanya sepotong keindahan dari Jawa Tengah, tengoklah candi - candi yang tersebar di tanah Jawa Tengah ini, pasti saya dan anda akan  berdecak kagum dibuatnya.


Apalagi kalau ingat Karimunjawa, spot yang satu ini membuat saya sejenak melupakan segala hiruk pikuk pekerjaan yang saya hadapi, hamparan pasirnya membuat saya ingin beguling-guling bagai anak kecil, nyiur melambai ditemani jernihnya air laut menambah lengkapnya kebahagiaan para pengunjungnya, ketika angin lembut menghampiri wajah, seakan saya dibuai oleh kelembutan sang pertiwi. Sungguh damai jika kita berkunjung di pulau ini, pesonanya tak akan terlupakan

Mau ke penginapan nie...
 

Jawa Tengah sangat berpotensi menjadi penggagas pariwisata kebudayaan, dimana keindahan alam semesta berpadu dengan sejarah masyarakatnya. 

Jawa Tengah dengan 29 Kabupaten dan 6 Kota Madyanya sangat kaya dengan kearifan budaya lokal, seperti butiran mutiara yang bertebaran  dimana-mana, kewajiban kitalah untuk menguntainya menjadi hiasan lukisan nyata yang menawan diatas tanah leluhur tercinta.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah

9/15/2016

Semua Serba Seribu, Ayo Serbuuu

Sewu dalam bahasa Indonesia adalah seribu, Nah ternyata di Jawa Tengah ini ada tempat-tempat unik memakai kata yang identik sekali dengan orang jawa ini.
1. Candi Sewu. 

Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Kompleks candi Sewu adalah kumpulan candi Buddha terbesar di kawasan sekitar Prambanan, dengan bentang ukuran lahan 185 meter utara-selatan dan 165 meter timur-barat. Pintu masuk kompleks dapat ditemukan di keempat penjuru mata angin, tetapi mencermati susunan bangunannya, diketahui pintu utama terletak di sisi timur.

Aslinya terdapat 249 bangunan candi di kompleks ini yang disusun membentuk mandala wajradhatu, perwujudan alam semesta dalam kosmologi Buddha Mahayana. Selain satu candi utama yang terbesar, pada bentangan poros tengah, utara-selatan dan timur-barat, pada jarak 200 meter satu sama lain, antara baris ke-2 dan ke-3 candi Perwara (pengawal) kecil terdapat 8 Candi Penjuru, candi-candi ini ukurannya kedua terbesar setelah candi utama. Aslinya di setiap penjuru mata angin terdapat masing-masing sepasang candi penjuru yang saling berhadapan, tetapi kini hanya candi penjuru kembar timur dan satu candi penjuru utara yang masih utuh. Berdasarkan penelitian fondasi bangunan, diperkirakan hanya satu candi penjuru di utara dan satu candi penjuru di selatan yang sempat dibangun, keduanya menghadap timur. Itu berarti mungkin memang candi penjuru utara sisi timur dan penjuru uselatan sisi timur memang tidak pernah (tidak sempat) dibangun untuk melengkapi rancangan awalnya.

2. Curug Sewu 

Curug Sewu terletak di Patean, Kendal dan merupakan air terjun tingkat tiga dengan ketinggian sekitar 80m.

Nama air terjun tersebut diambil dari nama desa tempat air terjun tersebut berada, yakni desa Curugsewu tepatnya di Kecamatan Patean, jaraknya 40 kilometer dari kota Kendal dengan terlebih dahulu melewati kota Weleri dan Sukorejo.

Air terjun Curugsewu memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri dibandingkan air terjun lainnya, dengan total ketinggian 70 meter yang terdiri dari 3 terjunan, masing-masing memiliki ketinggian 45 meter, 15 meter dan 20 meter. terlihat sangat indah dan menawan untuk dipandang, terlebih pada saat tertentu, dari antara terjunan muncul pelangi paduan aneka ragam warna yang mempesona.

Untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, sekitar lokasi Air Terjun Curugsewu telah dilengkapi dengan taman rekreasi beserta fasilitas pelengkap seperti panggung taman bermain anak, Kebun binatang mini dan Kolam Renang serta berbagai fasilitas lainnya. Masih mengenai keistimewaan dan keunikkannya, ternyata eh tenyata Air Terjun Curugsewu merupakan air terjun tertinggi di Jawa Tengah.

3. Lawang Sewu

Masyarakat setempat (Semarang) menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Kalau yang udah pernah ketempat ini, pasti tahu gimana rasanya ketika masuk kedalamnya, bikin penasaran.
cerita tentang lawang sewu pernah kang supri tulis di halaman sebelumnya, coba deh sekali-kali kunjungi gedung bersejarah ini.

Tuh tinggal pilih, semua serba seribu... ayo serbuu :)

1/17/2010

Mengintip Kegiatan Imlek 2010 di Semarang

imlek 2010, pasar imlek semawisGara-gara siangnya gagal menyaksikan gerhana matahari, akhirnya kang supri bersama temen-temen maen ke Klenteng gang lombok, gak ada apa-apa sie, cuma jalan-jalan dan foto-foto disana, eh kebetulan ada engkong-engkong yang biasa ngramal sedang duduk di depan klenteng, wah akhirnya kita bisa ngobrol bebas dan nyantai.

Banyak hal yang beliau sampaikan, yang bikin kang supri terkagum-kagum adalah semangat beliau bercerita, di usia yang sudah lanjut namun dari suaranya tedengar bahwa ia penuh semangat. Akhirnya beliau sedikit memberikan informasi tentang penyambutan tahun baru cina atau Imlek 2010 di pasar semawis semarang.

Agak berbeda dari tahun lalu, Pasar Imlek Semawis 2010 jatuh pada tanggal 14 februari 2010, menandai datangnya tahun Harimau, perayaan tahun baru china ini akan dilaksanakan di lokasi baru yaitu di pasar Gang Baru, jalan Gang Warung dan lapangan Gang Lombok. Pasar Malam Gang Baru atau dikenal sebagai Pasar Malam Jie Kao Mee yang menjadi cikal bakal dirintisnya Pasar Imlek Semawis mulai tahun 2010 ini akan digarap lebih serius agar tradisi masyarakat Pecinan Semarang yang sudah berumur ratusan tahun itu bisa kembali meriah. kang supri pernah menulis tentang pasar semawis ini di hari-hari biasa.

Acara pasar imlek semawis 2010 akan mulai di gelar pada hari Rabu - Minggu, 10 - 14 Februari 2010, berbagai persiapan untuk mengisi acara pada hari tersebut diantaranya adalah:

  • PASAR MALAM JIE KAO MEE
Pasar malam ini akan menempati jalan Gang Warung, areal pasar Gang Baru dan mulai di buka mulai jam 16.oo hingga tengah malam.
  • WAYANG PO TAY HIE
Mengingat kesenian ini di Indonesia sudah langka maka wayang boneka khas dari Tiongkok ini akan kembali dimainkan, kesenan ini mirip dengan wayang golek di jawa barat. Nah khusus di Imlek tahu 2010 , wayang ini akan dimainkan menggunakan bahasa indonesia dan akan menyajikan cerita - cerita legenda tiongkok.
  • RALLY FOTO, PAMERAN SKETSA dan ARSITEKTUR PECINAN
Pameran foto-foto khas negeri tiongkok dan tokoh-tokoh pendiri pecinan semarang bisa ditemukan di Gedung Rasa Dharma di jalan Gang Pinggir.
  • PENTAS KESENIAN dan KONSER MUSIK
Nah ini yang paling meriah akan dilakasanakan pada puncak acara yaitu tanggal 14 feburari nanti. acara ini akan menempati di sepanjang lapangan Gang Lombok.
  • WISATA KULINER
lha ini yang paling ditunggu-tunggu, karena berbagai makanan khas semarang akan dijajakan disini, termasuk makanan-makanan khas semarang yang saat ini mulai langka seperti seperti wedang tahu dan pisang plenet.


Setelah beberapa waktu lamanya kami ngobrol. Beliau menuliskan nama kang supri dengan huruf china, (padahal kang supri gak mudeng juga cara bacanya) lucu dan seru juga, bisa jadi kenang-kenangan. Akhrinya kami meninggalkan tempat itu.
pasar imlek semawis semarang 2010
Oia sedikit pesan dari beliau, bawalah payung sebelum hujan, karena menurut beliau pada penyambutan tahun baru Imlek 2010 ini akan selalu turun hujan, meski panitia udah mempersiapkan tenda, tapi gak ada salahnya kita menuruti petuah dari orang tua, okey deh buat temen-temen ayo ajak saudara-saudar kita, sayang kalo melewatkan acara setahun sekali ini, itung-itung kita mencari pengalaman yang unik disemarang ini. gambang semarang mengucapkan selamat menyambut hari imlek deh buat saudara-saudara kita yang merayakannya. Semoga di tahun Harimau ini, kita selalu diberi berkah dan kesuksesan, Amin..

1/15/2010

Menggagas Ikon Kuliner Semarang

kuliner semarangSebuah kota biasanya akrab disapa dengan nama makanan, misalnya saja Jogja kota gudeg, Medan dengan Sirup Markisa, Madiun dengan Brem, Rembang dengan Sirup Kawista, dan masih banyak lagi julukan-julukan non formal dari setiap kota yang menjadi ciri khasnya masing-masing. Nah bagaimana dengan kota semarang? paling tidak kang supri mempunyai tiga jajanan yang bisa dibilang menjadi ikon kuliner kota Semarang.

1. Lumpia, atau juga ada sering ditulis 'loenpia' , 'lunpia', atau 'loempia'. Tak usah lumpia semarang, loenpia semarangbingung, sebab kata-kata tersebut mengarah pada satu buah makanan yang terbuat dari lembaran kulit tipis yang diisi dengan bahan isian seperti rebung, wortel, taoge, udang, ayam atau lainnya, berbentuk berbentuk bulat lonjong, mungkin kang supri bisa disebut lumpia ini sebagai sosis jawa, atau sosisnya orang Indonesia.
Menurut wikipedia Indonesia, makanan ini diciptakan oleh orang Tionghoa Semarang yang menikah dengan orang Indonesia. Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang pada waktu pesta olahraga GANEFO pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Variasi Lumpia Semarang dewasa ini ada lima cita rasa.
  • Cita rasa Gang Lombok (Siem Swie Kiem),
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem , tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
  • Cita rasa Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan
  • Cita rasa Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio).
Ketiga resep cita rasa diatas berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoeï Wasih.
  • Cita rasa sejumlah eks-pegawai lumpia Jalan Pemuda,
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran. Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung.
  • Cita rasa semarangan
adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar. Mereka umumnya mantan karyawan yang pernah bekerja sebagai pembuat lumpia di generasi pertama, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada. Harga Lumpia Semarang yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 7.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 6.000 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 3.000 per biji.

2. Bandeng Presto, kalau yang satu ini sudah sangat terkenal sekali, barangkali yang terkenal di jalan pandanaran adalah bandeng juwana, walaupubandeng presto semarang, bandeng juwanan toko yang menjual bandeng bukan hanya satu, namun toko yang satu ini sangat menonjol dibanding toko-toko yang lain, selain ukuran tokonya yang besar, namun kemasan bandeng ini terlihat cantik. Biasanya Para pelancong dari luar kota akan langsung menuju toko ini apabila hendak membeli bandeng presto.

Jadi tak heran apabila nama bandeng presto identik dengan bandeng juwana, padahal toko sebelahnya memberi nama toko "bandeng presto", namun tetap, keramaiannya belum bisa menyaingi toko bandeng juwana. Nama juwana sendiri diambil dari nama sebuah sentra industri bandeng presto di kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sejak diperkenalkan sekitar tahun 70-an, ternyata bandeng presto mendapat sambutan para penggemar ikan. Karena, duri-duri yang ada pada ikan bandeng tidak lagi mengganggu kenikmatan makan. Bahkan sebaliknya, keistimewaan jenis makanan ini, terletak pada kelunakan durinya, hingga menyatu dengan dagingnya. Bila para sedulur kebetulan bepergian ke Semarang dan ingin merasakan bandeng presto dari daerah asalnya, silakan mampir di salah satu toko yang berderet di sepanjang Jalan Pandanaran atau Mataram, Semarang. Di sana tersedia bandeng presto, baik yang berasal dari Juwana, maupun Semarang.

3. Wingko Semarang (wingko babat) mengapa kang supri sebut wingko sewingko babat semarangmarang, ya karena sebetulnya makanan yang terbuat dari kelapa ini berasal dari daerah jawa timur,namun entah mengapa kang supri lebih mengenal wingko ini dari semarang, mungkin karena sewaktu kecil sering di kasih oleh-oleh ini, sebuah bungkusan kertas kecil wangi yang bergambar kereta api. Memang Kue ini sering dijual di stasiun kereta api, stasiun bus atau juga di toko-toko kue.

Wingko biasanya berbentuk bundar dan agak keras serta biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko dapat dijual dalam bentuk bundar yang besar atau juga berupa kue-kue kecil yang dibungkus kertas. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat. Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini. Legitnya ketan dan gurihnya santan terasa lezat di lidah. Apalagi aroma wangi vanili semakin menggugah selera.

Ada beberapa pilihan bukan? namun dari ketiga makanan yang terkenal di Semarang tersebut, hanya loenpialah yang berhasil menjadi pemenang ikon kuliner semarang, jadi sekarang para sedulur jangan takut untuk menyebut " semarang kota loenpia". wah kaya nama komunitas bloger semarang dong, hehe ;)
Kang supri udah tulis beberapa kuliner semarang yang bisa menjadi referensi perburuan makanan khas semarang , semoga sekarang semakin jelas ikon kuliner kota semarang ini.

1/04/2010

Gambang Semarang Belajar Merangkak

gambang semarangRasanya baru kemarin kang supri membuat blog gratisan ini, tak terasa satu bulan sudah gambang semarang mengiringi lantunan suara hatiku, tepatnya pada tanggal 3 desember 2009 yang lalu kang supri untuk pertama kalinya menuangkan secuil isi hati kedalam blog ini, tulis menulis di blog ternyata membuat hari-hariku terasa cepat berlalu, detik demi detik terlewati, berjalan kian kemari mengarungi jagat maya ini. Awal kang supri menorehkan gambang semarang ini menjadi tetenger blogku adalah karena anak-anak muda Semarang jaman sekarang, sudah banyak yang melupakan musik legenda dari semarang ini. Bahkan diantara mereka ada yang tidak mengenalnya sama sekali, ada pula yang acuh dan tak mau tahu dengan budayanya wong semarang. Berbagai budaya pop seakan membuai keinginan para penerus bangsa sehingga mereka mulai lupa dan meninggalkan jati dirinya.

Namun kang supri sadar, bahwa menyalahkan seseorang tidaklah hal yang bijak untuk dilakukan, apalagi seseorang tadi terlihat salah dimata kang supri hanya gara-gara melupakan musik jadul yang hanya dimainkan oleh orang-orang yang sudah berumur. Lebih baik kang supri mengabadikan nama gambang semarang ini menjadi sebuah nama blog yang semoga dikenal oleh blogger semarang, kemudian merembet ke blogger indonesia, dan semoga kemudian akan dikenal oleh masyarakat indonesia secara luas, dan semoga abadi di dunia maya ini.

Dalam umurnya yang masih muda, gambang semarang ini menempati urutan 6 dalam hasil pencarian di search engine google.co.id untuk kata kunci gambang semarang dan belajar merangkak di lantai google PR dengan mendapat nilai 2, semoga di hari-hari yang akan datang gambang semarang ini bisa berdiri tegak dan belajar berjalan. walaupun itu bukan prestasi, namun kang supri senang bisa belajar tentang dunia internet apalagi hal ini membawa kang supri menemukan ilmu baru yang positif. Walaupun ada teman kang supri yang mencibir karena gambang semarang memakai blog gratisan, namun dalam hati kang supri tetap bersyukur. Biarlah mereka memandang rendah gambang semarang ini, asal kang supri bisa menulis dan melantunkan suara hati untuk kota semarang tercinta, hati ini sudah berbahagia.

Harapan kang supri Semoga gambang semarang akan membawa nama harum bagi kota semarang, wisata kulinernya, wisata religinya, memperkenalkan budaya dan kehidupan orang semarang, segala yang unik tentang semarang, dan urat nadi kehidupan kota semarang ini.

Harapan adalah sesuatu yang baik, dan sesuatu yang baik tidak akan pernah mati

12/24/2009

2009 Telah Aku Taklukkan

gambang semarang natalan Tak terasa kita semua udah ada di ujung tahun 2009, rasanya baru kemarin kang supri menikmati indahnya pesta kembang api di lapangan simpang lima, ternyata hal itu sudah satu tahun yang lalu. kalau dihitung hampir 360 hari lebih ya.. Kita patut bersyukur kalau selama ini Semarang menjadi kota yang aman, ini merupakan sebuah karunia dari Tuhan yang harus kita syukuri dan wajib kita jaga. Kalau para sedulur kebetulan berada di Semarang, ada beberapa tempat yang kang supri rasa,tempat ini cocok untuk merayakan suasana natal ataupun menyambut datangnya tahun baru.

1. Lapangan Simpang Lima
sepertinya pusat kegiatan masyarakat semarang akan terpusat di natal semaranglapangan ini, dari tahun ke tahun lapangan ini selalu menjadi tempat favorite orang semarang yang ingin menikmati pesta kembang api. kepadatan arus kendaraan dan pejalan kaki selalu terjadi dimalam tahun baru. berbagai hiburan rakyat digelar, mulai dari jalan pahlawan, bundaran videotron, lapangan KB, hingga terpusat di depan Hotel Ciputra.

2. Kampung Laut Resto
Ditempat inilah kang supri bisa merasakan makanan yang enak kuliner semarang, tahun baru di semarangditemani deburan air laut + pemandangan yang luar biasa menakjubkan menjelang tahun baru, untuk merayakan natal dengan keluarga besar? tempat ini sangat cocok, hemm.. tempatnya luas, makananya enak, pelayanannya memuaskan, pokoknya kalau belum pernah kesana, para sedulur musti coba.

3. Bukit Gombel
Bukit gombel emang strategis, hampir kita bisa menikmati pemadangan kembang api tahun barukota semarang bawah dari bukit ini, pemandangan pantai dari kejauhan, lapangan simpang lima, menara masjid agung,semua bisa terlihata dari bukit ini, jadi tidak salah apabila orang-orang sudah berebut tempat sejak sore untuk melihat indahnya pesta kembang api dari ketiga tempat besar diatas, nah kalau ingin sambil makan, para sedulur musti booking tempat ne di gombel restaurant, karena kalau enggak, hem... bakalan gak bisa masuk deh.. pasti penuhh..

5. PRPP
Tempat ini tidak jauh dari kampung laut resto, bedanya adalah, di PRPP simpang lima tahun barusegala macam hiburan selalu di gelar untuk menyambut tahun baru, mungkin ini menjadi second place setelah simpang lima, karena warga yang datang ke PRPP juga sangat banyak dan pasti macet, jadi kalu mau kesana usahaan jam 7 malm udah berangkat, kalau enggak malah tar gak kebagian pesta kembang apinya lho, nyesel khan, malam tahun baru kok malah dijalanan terjebak macet..

mungkin para sedulur bertanya, kok hanya itu? Ooo.. tentu tidak, Semarang masih memiliki banyak tempat yang menarik dan indah untuk dikunjungi baik untuk merayakan natal bersama keluaraga tercinta ataupun untuk menghabiskan tahun 2009 ini, namun tentunya para sedulur punya rencana dan tempat favorite sendiri-sendiri, coba sharing dini yah..

Tips dari kang supri seh
  • tentukanlah kemana para sedulur akan pergi dan jangan pindah-pindah tempat, karena biasanya jalanan akan ramai dan banyak titik-titik kemacetan yang bisa membuat kita terjebak.
  • bawalah uang dan barang-barang yang dianggap perlu saja, jangan berlebihan, karena pernah hp kang supri ilang di tengah-tengah keramaian simpang lima tahun kemaren.
  • Jangan pergi sendirian :) gak seru, kayak orang ilang tar :)
  • Buat yang masih pacaran, hayo ijin ama orang tua dulu lho ya, ngomongnya yang jelas mau pergi kemana, mau pulang jam berapa, trus ama sapa aja.. pokoknya berikanlah kepercayaan ama orang tua, biar kita juga enjoy menyambut tahun barunya :)

Kang Supri menghaturkan SELAMAT NATAL DAN SELAMAT TAHUN BARU
new days new spirit new hope

*Koleksi Foto by: BOZHART www.skyscrapercity.com

12/10/2009

20+1 Yang Unik Dari Semarang

Apa uniknya sie Kota Semarang? lanjutin bacanya, Kang Supri jamin para sedulur akan mempunyai pandangan 'segar' tentang ibu kotanya Jawa Tengah tercinta ini. Seorang teman Kang Supri dari Jakarta sering bercerita tentang kampung halamannya Betawi, yang membuatnya cepet-cepet ingin pulang jika berpergian jauh, ia tak dapat berlama-lama meninggalkan kampungnya tersebut, katanya tempat dimana ia dibesarkan tersebut menyimpan banyak sekali kisah, bahkan ia juga kangen dengan hal-hal kecil, udara pagi misalnya. Kang Supri kira juga demikian, rasanya Semarang ini juga menyimpan keunikan tersendiri yang tetap mengingatkanku akan kota ini dimanapun Kang Sup berada.

01 Bandeng Presto JuwanaBandeng juwana
Wah tempat ini memang wajib didatengi kalo para sedulur ke Semarang, rasanya belum ke Semarang namanya kalau belum ketempat ini, aksesnya pun cukup mudah, karena berada di jalan utama Pandanaran.

02 Kota Lama & Polder Tawang
Suasana klasik akan terasa apabila para sedulur ke kota lama, bangunan peninggalan pemerintahan hindia belanda ini memang meninggalkan banyak kisah dan keunikan tersendiri, salah satu bangunan yang masih diganakan sampai sekarang adalah gereja blenduk, nah kalau udah cape melihat-lihat kota lama ini, kita bisa nyantai sambil duduk-duduk disekitar polder tawang, indah banget.

03 Wayang Kulit di TBRS
Kangen dengan budaya jawa? jangan takut karena setiap jum'at kliwon malam di Taman Budaya Raden Saleh ada pementasan wayang kulit semalam suntuk, dalangnya pun tidak hanya satu,jadi dijamin tidak akan bosan.

04 Istana Wedang
Wedang ronde atau bubur kacang hijau bisa menjadi minuman yang sangat kang supri kangeni waktu jauh dari Semarang, Istana wedang merupakan klangenan orang dari luar kota semarang, lihat aja kalau malam tiba, dipastikan akan banyak mobil dari luar kota yang bejejer didepan istana wedang Jl. Pemuda ini. kalau para sedulur pecinta kopi, bca tentang kopi nusantara yang pernah kang supri ulas.

05 Tugu Muda
Entah mulai kapan areal Tugu Muda sekarang menjadi sangat ramai oleh anak-anak muda. banyak orang memanfaatkan tugu bersejarah ini menjadi lahan publik. Kalau para sedulur termasuk orang yang narsis, gak ada salahnya mencoba area ini untuk berfoto ria.

06 Nasi Pecel Yu Sri
Pengen makan murah tapi enak, datanglah ke warung nasi pecel Yu Sri yang ada di areal simpang lima, tepatnya di depan Ramayana. dengan uang 5000 perak saja kita akan menikmati pecel yang uenak sekali. Kang Supri juga pernah menulis tentang makanan yang unik di semarang ini.semarang

07 Lawang Sewu
Udah bosan dengan film horor, neh kalo para sedulur pengen uji nyali, Lawang Sewu menjadi tempat favorit bagi mereka yang ingin merasakan petualangan mendebarkan, datanglah beramai-ramai, dan siap-siaplah merasakan degub jantungmu sendiri atau bahkan degub jantung temanmu. Resiko ditanggung sendiri lho ya.

08 Museum Ronggo Warsito
Berbeda dari museum lainnya yang ada di Kota Semarang, aroma mistis juga menyelimuti museum ini, liat aja uang kertas peninggalan kolonial belanda yang selalu bergeser pada malam hari dengan sendirinya, uhh serem kan.

09 Awul-awul di Simpang Lima
Percaya gak kallo dengan uang 20.000 saja kita bisa mendapatkan baju dua kresek besar?? datanglah ke Simpang lima pada malam minggu atau minggu pagi. Pasar kaget yang ada disekitar lapangan Simpang Lima ini sangat ramai sekali, apalagi ditambah pementasan aneka hiburan, klop deh pokoknya.

10 Semarang Dari Ketinggiankuliner semarang
Tak lengkap rasanya apabila kita tidak melihat malamnya Semarang dari kota atas, Gombel menjadi tempat yang cocok untuk melihat kerlip lampu kota bawah, disana juga disediakan aneka makanan, jadi gak usah khawatir bakal kelaparan.

11 Pasar Semawis
Pasar ini berada di kampung pecinan Semarang, jika malam tiba maka berbagai hiburan khas negeri tiongkok akan segera digelar, dan bau dupa menjadi ciri khas kampung pecinan ini. Jika ingin menikmati suasana dan aneka makanan khas pecinan, datanglah ke Kampung Semawis.semarang banjir kuliner
12 Masjid Agung Semarang
Masjid ini walaupun sebagai tempat ibadah, namun keelokan arsiteknya membuat tempat ini cocok sekali buat melepas lelah, nikmati juga pemandangan Kota Semarang dari atas menara, cukup membayar Rp.3000 maka kita sudah bisa mencapai puncak menara ini.

13 Kelenteng Gedong Batu Sam PO Kongpasar randusari
Kelenteng ini cukup bersejarah karena ada sangkut pautnya dengan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama Cheng Ho. yaitu seorang Laksamana Tiongkok beragama islam. Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu.

14 Pantai Marina
Pantai yang dilengkapi dengan kolam renang, sky air, speed boat, dan arena bermain anak–anak. Dibuka setiap hari pukul 06.00 selama 24 jam. Di pantai Marina kita dapat bermain jet sky maupun berselancar, naik stom boat dan perahu atau hanya sekedar santai beristirahat sambil menikmati keindahan pantai dan deburan ombak

15 Berburu BB di Jalan Barito
BB disini maksudnya ialah Barang Bekas, di pasar ini berbagai macam onderdil kendaraan tersedia, walaupun dulunya terkenal dengan barang loakan, namun sekarang pasar barito telah berkembang, jadi yang dijual gak mesti bekas kok .

16 Pasar Bunga Randusariklenteng semarang
Tiba-tiba ingin memberi bunga pada seseorang? jangan khawatir p
asar randusari selalu menyediakan bunga yang fresh, mau sepotong atau di buat menjadi karangan bunga? bisa. Jangan khawatir buka 24 jam kok. Atau para sedulur juga bisa membeli bibitnya dan menanamnya dirumah.

17 Kucingan Ala Pak Gik
Kelaparan waktu pagi hari? kucingan Pak Gik yang ada dijalanGajah Mada b
isa menjadi pilihan,selain murah, para sedulur juga bisa menikmati aneka gorengan yang masih anget kebul-kebul, entah mengapa nasi kucingan yang mulai buka jam 00.oo malam ini selalu ramai hingga pagi menjelang.

18 Buku Bekas Berkualitas
Pengen dapetin buku murah? datanglah ke stadion utara yang ada di jalan mataram, disamping stadion itu terdap
at para pedagang buku bekas yang siap melayani , silahkan ubek-ubek aja bukunya karena harganya dijamin miring.
semarang
19 Kebun Binatang Tinjomoyo
Setelah mengalami pembenahan, kebun binatang yang terletak dimangkang ini sekarang semakin ramai, dan tampak terawat Cukup dengan tiket masuk Rp 1500,- pada hari biasa dan Rp 3000,- di hari libur, para sedulur sekeluarga dapat menikmati keanekaragaman jenis satwa sebagai wujud kekayaan sang pencipta. Kita juga bisa berfoto bersama Ular dan Burung. Atau menikmati sensasi naik Gajah cukup dengan membayar Rp 5000.

20 Dari Mall Ke Pasar
Tiap hari ke Mall?? mengapa tidak mencoba sesuatu yang beda? datanglah atau berbelanjalah di pasar tradisional, Semarang memiliki pasar tradisional yang cukup terkenal yaitu Pasar Johar, sekaligus melatih keahlian tawar menawar kita, pasti seru, soal belanja itu terserah kantong kita. hehehe..

+1 Semarang Kota Super Panas
"Puanasee.." banyak orang bilang demikian ketika pertama kali menginjakkan kakinya di kota ini. Wuh kalau jalan waktu siang hari, bisa-bisa kebakar deh kulitnya, terus gitu kalau musim penghujan tiba banjir menjadi agenda tahunan yang selalu datang, belum lagi ditambah rob yang tak pernah hilang. Sekelumit hal tersebut semakin menambah keunikan Kota Semarang, walau bagaimanapun, Kota semarang tetap I love You full...gambang semarang


12/03/2009

Gambang Semarang

gambang semarangJika kita mendengar lagu dari group musik tempo dulu "gambang semarang", maka cermatilah alunan musik, syairnya dan para penarinya...

Disana saya menjumpai keragaman tiga budaya yang berpadu menjadi satu, yaitu kebudayaan Jawa, Etnis China dan Arab, Lho kok bisa demikian?? suara gamelan berasal dari Jawa, seruling yang melengking berasal dari China dan Suara Rebana atau ibu saya sering menamainya "terbang" adalah ciri khas dari Arab.
Lagu yang sempat populer dimainkan oleh group Gambang Semarang ini adalah diantaranya "Empat Penari"

Kata Eyang saya, Paguyuban musik Gambang Semarang ada sejak 1930, beranggotakan campuran penduduk Tionghoa dan pribumi. Biasanya mereka manggung di gedung pertemuan Bian Hian Tiong, jalan Gang Pinggir, Semarang. Lagu “Empat Penari” digubah Oey Yok Siang dan liriknya ditulis Sidik Pramono pernah jadi top hits pada 1950-1960an.
Eh dari tadi saya nulis tentang gamban semarang yang pernah ngetop markotop, para sedulur udah pernah denger belum lagunya?

Ini lirik lagunya :

Ampat penari kian kemari
jalan berlenggang, aduh…
Langkah gayanya menurut suara
irama gambang

Sambil bernyanyi, jongkok berdiri
kaki melintang, aduh…
Sungguh jenaka tari mereka
tari berdendang

Reff:

Bersuka ria, gelak tertawa
semua orang
kar’na hati tertarik gerak-gerik
si tukang gendang

Ampat penari membikin hati
menjadi senang, aduh…
itulah dia malam gembira
Gambang Semarang

Lha di semarang ini ada seseorang yang masih mempertahankan jenis musik gambang semarang, Namanya adalah Pak Jayadi, atau saya sering memanggil mbah Jay.. keren uey. Rumah beliau ada di gang pinggir di daerah pecinan semarang, jangan berpikir kalau profesi sebagai pemain gambang bisa terkenal atau mendapatkan penghargaan, uhg.. boro-boro deh. Sekarang aja anak dan cucunya enggan meneruskan keahlian mbah Jay lantaran tak pernah dapat uang yang pantas.

Emang sie Mbah Jay dan kawan-kawan ada jadwal manggung di Salah Satu Hotel berkelas di Jalan Pandanaran, Ciehh manggung..., lebih tepatnya saya katakan sebagai pengusir senyap, lha gimana tidak, mbah Jay memainkan musik bersejarah ini hanya di ruangan sempit, di tempat parkir pula, Siapa yang mau Nonton coba?? ditambah bayaran yang tidak seberapa... Tak heran beliau terpaksa Pulang pergi dari rumah Pecinan ke Pandanaran dengan jalan kaki. Duh Mbah Jay..., Dalem angkat topi kangge Njenengan.

Ya sudah kita tinggalkan kelana mbah Jay, sekarang kita lihat aja seperti apa seh lagu yang terkenal di masa lampau itu... katur midangetaken.

Mengenai Saya