Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan

10/28/2016

Melukis Pesona Kearifan Budaya Lokal Jawa Tengah

Melukis Pesona Kearifan Budaya Lokal Jawa Tengah 

Suara talu gamelan dan kendang sayup-sayup terdengar ketika memasuki desaku nan sejuk di bawah kaki gunung ungaran, sekejab alunan tersebut membawa kepingan masa kecil saya dimana sering sekali melihat pertunjukan kuda lumping dan reog, para penari dengan dandanan yang aneh, aneka warna slendang yang menghiasi jaran kepang (kuda lumping),ada kuning, hijau, biru berhiaskan dengan manik-manik warna emas, atau juga kumis tebal buatan yang menempel di wajah penari prianya, sungguh kagum pertunjukan tersebut menghiasi pandangan mata kecil saya. 

 
Kuda Lumping di Kampungku


Ditengah-tengah lapangan kuda lumping itu dipertunjukkan, dengan pengeras suara yang lantang, membuat seluruh penjuru desa mendengar ketika gamelan dimainkan, begitu keras sehingga tanpa sadar kaki kecil saya ikut melompat -lompat kegirangan karena sebentar lagi akan melihat orang kesurupan. 

Apalagi jajan pasarnya sangat menggoda lidah, tak urung saya sering merengek meminta jatah lebih sekedar ingin membeli cethil dan cethot, makanan terbuat dari ketan dengan cairan gula di dalamnya, taburan kelapa diatasnya membuat lidah saya tak tertahan ingin segera mencicipinya. Apalagi kalau melihat ada cucur, mendoan, ondhe-ondhe, rasaya saya tenggelam dilautan kuliner, sebagian dari makanan desa yang sangat mengundang selera makan perut kecil saya 20 tahun silam.

Lama berselang, ternyata kenangan tersebut yang membuat saya rindu untuk selalu pulang ke kampung halaman, ada secercah energi yang tersimpan yang membuat saya selalu menyunggingkan senyum apabila mengingatnya, sebuah gubug di pinggiran desa, yang penduduknya selalu menyapa dengan ramah ketika saya tiba. Udaranya tetap sejuk, dipagi hari selalu terlihat kabut tipis yang menghiasai wajah teras rumah orang tuaku. 
Penampakan Gunung Ungaran dari Kampungku

Desaku, yang terletak kaki gunung ungaran menjadi sebuah goresan kecil di kanvas tanah Jawa Tengah ini sebuah lukisan indah tergambar jika kita mampu mengangkat kearifan budaya lokal  yang ada di jawa tengah ini. Mulai dari sekelumit budaya yang ada di pelosok pedesaan, lihatlah Dieng, potongan kecil dari ribuan kekayaan budaya jawa tengah, dengan ritual potong rambut gimbalnya, sekarang Dieng menjadi sebuah nama yang tidak asing di telinga para pencari kekaguman, sebuah pemandangan yang menjadi perhatian bukan hanya dari penduduk lokal, melainkan juga perhatian dari mata dunia. Pemandangan yang mempesona hati ternyata bukan datang dari tingginya kemajuan teknologi atau perkembangan peradaban masyarakatnya saja, namun dibentuk dari kearifan budaya yang dipelihara secara turun menurun. Dan sejatinya di Jawa Tengah tersebar "dieng-dieng" yang lain, yang siap menyuguhkan keanggunan alam dan budayanya.

Dah Jadul banget neh poto sama temen kuliah di Dieng

Apalagi kalau kita melihat batuan candi-candi yang ada di jawa tengah, kita akan melihat keagungan peradaban masa silam, begitu beragam dengan sejuta pesonanya membuat saya selalu bertanya, di jaman apakah saya hidup sekarang ini? goresan cerita yang tergambar di bebatuan itu seakan mengingatkan dari manakah sesungguhnya kita berasal.

Bukankah kita punya Candi Borobudur, peninggalan leluhur yang patut kita banggakan, yang saya baca dari buku-buku sejarah, Candi nan megah ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan sang pencipta sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan.
Gaya perenungan di Candi Borobudur

Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir  atau Piramida Teotihuacan di Meksiko, Candi Borobudur merupakan versi lain dari bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun. Sungguh bangga saya berada di tanah Jawa ini. Namun sekali lagi, Borobudur hanya sepotong keindahan dari Jawa Tengah, tengoklah candi - candi yang tersebar di tanah Jawa Tengah ini, pasti saya dan anda akan  berdecak kagum dibuatnya.


Apalagi kalau ingat Karimunjawa, spot yang satu ini membuat saya sejenak melupakan segala hiruk pikuk pekerjaan yang saya hadapi, hamparan pasirnya membuat saya ingin beguling-guling bagai anak kecil, nyiur melambai ditemani jernihnya air laut menambah lengkapnya kebahagiaan para pengunjungnya, ketika angin lembut menghampiri wajah, seakan saya dibuai oleh kelembutan sang pertiwi. Sungguh damai jika kita berkunjung di pulau ini, pesonanya tak akan terlupakan

Mau ke penginapan nie...
 

Jawa Tengah sangat berpotensi menjadi penggagas pariwisata kebudayaan, dimana keindahan alam semesta berpadu dengan sejarah masyarakatnya. 

Jawa Tengah dengan 29 Kabupaten dan 6 Kota Madyanya sangat kaya dengan kearifan budaya lokal, seperti butiran mutiara yang bertebaran  dimana-mana, kewajiban kitalah untuk menguntainya menjadi hiasan lukisan nyata yang menawan diatas tanah leluhur tercinta.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah

9/15/2016

Semua Serba Seribu, Ayo Serbuuu

Sewu dalam bahasa Indonesia adalah seribu, Nah ternyata di Jawa Tengah ini ada tempat-tempat unik memakai kata yang identik sekali dengan orang jawa ini.
1. Candi Sewu. 

Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Kompleks candi Sewu adalah kumpulan candi Buddha terbesar di kawasan sekitar Prambanan, dengan bentang ukuran lahan 185 meter utara-selatan dan 165 meter timur-barat. Pintu masuk kompleks dapat ditemukan di keempat penjuru mata angin, tetapi mencermati susunan bangunannya, diketahui pintu utama terletak di sisi timur.

Aslinya terdapat 249 bangunan candi di kompleks ini yang disusun membentuk mandala wajradhatu, perwujudan alam semesta dalam kosmologi Buddha Mahayana. Selain satu candi utama yang terbesar, pada bentangan poros tengah, utara-selatan dan timur-barat, pada jarak 200 meter satu sama lain, antara baris ke-2 dan ke-3 candi Perwara (pengawal) kecil terdapat 8 Candi Penjuru, candi-candi ini ukurannya kedua terbesar setelah candi utama. Aslinya di setiap penjuru mata angin terdapat masing-masing sepasang candi penjuru yang saling berhadapan, tetapi kini hanya candi penjuru kembar timur dan satu candi penjuru utara yang masih utuh. Berdasarkan penelitian fondasi bangunan, diperkirakan hanya satu candi penjuru di utara dan satu candi penjuru di selatan yang sempat dibangun, keduanya menghadap timur. Itu berarti mungkin memang candi penjuru utara sisi timur dan penjuru uselatan sisi timur memang tidak pernah (tidak sempat) dibangun untuk melengkapi rancangan awalnya.

2. Curug Sewu 

Curug Sewu terletak di Patean, Kendal dan merupakan air terjun tingkat tiga dengan ketinggian sekitar 80m.

Nama air terjun tersebut diambil dari nama desa tempat air terjun tersebut berada, yakni desa Curugsewu tepatnya di Kecamatan Patean, jaraknya 40 kilometer dari kota Kendal dengan terlebih dahulu melewati kota Weleri dan Sukorejo.

Air terjun Curugsewu memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri dibandingkan air terjun lainnya, dengan total ketinggian 70 meter yang terdiri dari 3 terjunan, masing-masing memiliki ketinggian 45 meter, 15 meter dan 20 meter. terlihat sangat indah dan menawan untuk dipandang, terlebih pada saat tertentu, dari antara terjunan muncul pelangi paduan aneka ragam warna yang mempesona.

Untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, sekitar lokasi Air Terjun Curugsewu telah dilengkapi dengan taman rekreasi beserta fasilitas pelengkap seperti panggung taman bermain anak, Kebun binatang mini dan Kolam Renang serta berbagai fasilitas lainnya. Masih mengenai keistimewaan dan keunikkannya, ternyata eh tenyata Air Terjun Curugsewu merupakan air terjun tertinggi di Jawa Tengah.

3. Lawang Sewu

Masyarakat setempat (Semarang) menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Kalau yang udah pernah ketempat ini, pasti tahu gimana rasanya ketika masuk kedalamnya, bikin penasaran.
cerita tentang lawang sewu pernah kang supri tulis di halaman sebelumnya, coba deh sekali-kali kunjungi gedung bersejarah ini.

Tuh tinggal pilih, semua serba seribu... ayo serbuu :)

1/17/2010

Mengintip Kegiatan Imlek 2010 di Semarang

imlek 2010, pasar imlek semawisGara-gara siangnya gagal menyaksikan gerhana matahari, akhirnya kang supri bersama temen-temen maen ke Klenteng gang lombok, gak ada apa-apa sie, cuma jalan-jalan dan foto-foto disana, eh kebetulan ada engkong-engkong yang biasa ngramal sedang duduk di depan klenteng, wah akhirnya kita bisa ngobrol bebas dan nyantai.

Banyak hal yang beliau sampaikan, yang bikin kang supri terkagum-kagum adalah semangat beliau bercerita, di usia yang sudah lanjut namun dari suaranya tedengar bahwa ia penuh semangat. Akhirnya beliau sedikit memberikan informasi tentang penyambutan tahun baru cina atau Imlek 2010 di pasar semawis semarang.

Agak berbeda dari tahun lalu, Pasar Imlek Semawis 2010 jatuh pada tanggal 14 februari 2010, menandai datangnya tahun Harimau, perayaan tahun baru china ini akan dilaksanakan di lokasi baru yaitu di pasar Gang Baru, jalan Gang Warung dan lapangan Gang Lombok. Pasar Malam Gang Baru atau dikenal sebagai Pasar Malam Jie Kao Mee yang menjadi cikal bakal dirintisnya Pasar Imlek Semawis mulai tahun 2010 ini akan digarap lebih serius agar tradisi masyarakat Pecinan Semarang yang sudah berumur ratusan tahun itu bisa kembali meriah. kang supri pernah menulis tentang pasar semawis ini di hari-hari biasa.

Acara pasar imlek semawis 2010 akan mulai di gelar pada hari Rabu - Minggu, 10 - 14 Februari 2010, berbagai persiapan untuk mengisi acara pada hari tersebut diantaranya adalah:

  • PASAR MALAM JIE KAO MEE
Pasar malam ini akan menempati jalan Gang Warung, areal pasar Gang Baru dan mulai di buka mulai jam 16.oo hingga tengah malam.
  • WAYANG PO TAY HIE
Mengingat kesenian ini di Indonesia sudah langka maka wayang boneka khas dari Tiongkok ini akan kembali dimainkan, kesenan ini mirip dengan wayang golek di jawa barat. Nah khusus di Imlek tahu 2010 , wayang ini akan dimainkan menggunakan bahasa indonesia dan akan menyajikan cerita - cerita legenda tiongkok.
  • RALLY FOTO, PAMERAN SKETSA dan ARSITEKTUR PECINAN
Pameran foto-foto khas negeri tiongkok dan tokoh-tokoh pendiri pecinan semarang bisa ditemukan di Gedung Rasa Dharma di jalan Gang Pinggir.
  • PENTAS KESENIAN dan KONSER MUSIK
Nah ini yang paling meriah akan dilakasanakan pada puncak acara yaitu tanggal 14 feburari nanti. acara ini akan menempati di sepanjang lapangan Gang Lombok.
  • WISATA KULINER
lha ini yang paling ditunggu-tunggu, karena berbagai makanan khas semarang akan dijajakan disini, termasuk makanan-makanan khas semarang yang saat ini mulai langka seperti seperti wedang tahu dan pisang plenet.


Setelah beberapa waktu lamanya kami ngobrol. Beliau menuliskan nama kang supri dengan huruf china, (padahal kang supri gak mudeng juga cara bacanya) lucu dan seru juga, bisa jadi kenang-kenangan. Akhrinya kami meninggalkan tempat itu.
pasar imlek semawis semarang 2010
Oia sedikit pesan dari beliau, bawalah payung sebelum hujan, karena menurut beliau pada penyambutan tahun baru Imlek 2010 ini akan selalu turun hujan, meski panitia udah mempersiapkan tenda, tapi gak ada salahnya kita menuruti petuah dari orang tua, okey deh buat temen-temen ayo ajak saudara-saudar kita, sayang kalo melewatkan acara setahun sekali ini, itung-itung kita mencari pengalaman yang unik disemarang ini. gambang semarang mengucapkan selamat menyambut hari imlek deh buat saudara-saudara kita yang merayakannya. Semoga di tahun Harimau ini, kita selalu diberi berkah dan kesuksesan, Amin..

1/15/2010

Menggagas Ikon Kuliner Semarang

kuliner semarangSebuah kota biasanya akrab disapa dengan nama makanan, misalnya saja Jogja kota gudeg, Medan dengan Sirup Markisa, Madiun dengan Brem, Rembang dengan Sirup Kawista, dan masih banyak lagi julukan-julukan non formal dari setiap kota yang menjadi ciri khasnya masing-masing. Nah bagaimana dengan kota semarang? paling tidak kang supri mempunyai tiga jajanan yang bisa dibilang menjadi ikon kuliner kota Semarang.

1. Lumpia, atau juga ada sering ditulis 'loenpia' , 'lunpia', atau 'loempia'. Tak usah lumpia semarang, loenpia semarangbingung, sebab kata-kata tersebut mengarah pada satu buah makanan yang terbuat dari lembaran kulit tipis yang diisi dengan bahan isian seperti rebung, wortel, taoge, udang, ayam atau lainnya, berbentuk berbentuk bulat lonjong, mungkin kang supri bisa disebut lumpia ini sebagai sosis jawa, atau sosisnya orang Indonesia.
Menurut wikipedia Indonesia, makanan ini diciptakan oleh orang Tionghoa Semarang yang menikah dengan orang Indonesia. Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang pada waktu pesta olahraga GANEFO pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Variasi Lumpia Semarang dewasa ini ada lima cita rasa.
  • Cita rasa Gang Lombok (Siem Swie Kiem),
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem , tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
  • Cita rasa Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan
  • Cita rasa Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio).
Ketiga resep cita rasa diatas berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoeï Wasih.
  • Cita rasa sejumlah eks-pegawai lumpia Jalan Pemuda,
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran. Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung.
  • Cita rasa semarangan
adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar. Mereka umumnya mantan karyawan yang pernah bekerja sebagai pembuat lumpia di generasi pertama, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada. Harga Lumpia Semarang yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 7.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 6.000 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 3.000 per biji.

2. Bandeng Presto, kalau yang satu ini sudah sangat terkenal sekali, barangkali yang terkenal di jalan pandanaran adalah bandeng juwana, walaupubandeng presto semarang, bandeng juwanan toko yang menjual bandeng bukan hanya satu, namun toko yang satu ini sangat menonjol dibanding toko-toko yang lain, selain ukuran tokonya yang besar, namun kemasan bandeng ini terlihat cantik. Biasanya Para pelancong dari luar kota akan langsung menuju toko ini apabila hendak membeli bandeng presto.

Jadi tak heran apabila nama bandeng presto identik dengan bandeng juwana, padahal toko sebelahnya memberi nama toko "bandeng presto", namun tetap, keramaiannya belum bisa menyaingi toko bandeng juwana. Nama juwana sendiri diambil dari nama sebuah sentra industri bandeng presto di kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sejak diperkenalkan sekitar tahun 70-an, ternyata bandeng presto mendapat sambutan para penggemar ikan. Karena, duri-duri yang ada pada ikan bandeng tidak lagi mengganggu kenikmatan makan. Bahkan sebaliknya, keistimewaan jenis makanan ini, terletak pada kelunakan durinya, hingga menyatu dengan dagingnya. Bila para sedulur kebetulan bepergian ke Semarang dan ingin merasakan bandeng presto dari daerah asalnya, silakan mampir di salah satu toko yang berderet di sepanjang Jalan Pandanaran atau Mataram, Semarang. Di sana tersedia bandeng presto, baik yang berasal dari Juwana, maupun Semarang.

3. Wingko Semarang (wingko babat) mengapa kang supri sebut wingko sewingko babat semarangmarang, ya karena sebetulnya makanan yang terbuat dari kelapa ini berasal dari daerah jawa timur,namun entah mengapa kang supri lebih mengenal wingko ini dari semarang, mungkin karena sewaktu kecil sering di kasih oleh-oleh ini, sebuah bungkusan kertas kecil wangi yang bergambar kereta api. Memang Kue ini sering dijual di stasiun kereta api, stasiun bus atau juga di toko-toko kue.

Wingko biasanya berbentuk bundar dan agak keras serta biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko dapat dijual dalam bentuk bundar yang besar atau juga berupa kue-kue kecil yang dibungkus kertas. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat. Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini. Legitnya ketan dan gurihnya santan terasa lezat di lidah. Apalagi aroma wangi vanili semakin menggugah selera.

Ada beberapa pilihan bukan? namun dari ketiga makanan yang terkenal di Semarang tersebut, hanya loenpialah yang berhasil menjadi pemenang ikon kuliner semarang, jadi sekarang para sedulur jangan takut untuk menyebut " semarang kota loenpia". wah kaya nama komunitas bloger semarang dong, hehe ;)
Kang supri udah tulis beberapa kuliner semarang yang bisa menjadi referensi perburuan makanan khas semarang , semoga sekarang semakin jelas ikon kuliner kota semarang ini.

1/11/2010

Cokelat Hangat Membuatku Bernafsu

semarang banjir kulinerSore ini, Senin 11 Januari 2010 jam 16.35 diriku terdampar disebuah gedung perbelanjaan disekitar simpang lima Semarang, maksud hati ingin cepat-cepat pulang karena sudah kepayahan online seharian dan muter-muter gak jelas di suatu dept store yang selalu 'panas' membuatku ingin merebahkan diriku di kasur yang nyaman. Hah apa daya ternyata hujan yang sangat lebat mengguyur kota, mantel hujan pun aku tak bawa. Akhirnya diriku menyerah untuk menunggu sang hujan reda, 30 menit berlalu air dari langit belum juga berhenti menghujam bumi, kuputuskan untuk menikmati secangkir cokelat hangat untuk mengusir kepenatanku.

Secangkir cokelat hangat yang kental segera membuyarkan mata dan hidungku, aromanya yang khas membuatku terlena dengan suara hujan yang bergemuruh, srutupan demi srutupan mengiringi setiap arah mataku memandang, tak sadar aku melihat dan mengamati kegiatan banyak orang-orang yang juga menunggu hujan reda, ada yang sibuk nelfon sambil mondar-mandir, ada yang sibuk sms atau apalah dengan handphonenya, ada juga yang nampak khawatir, namun ada juga yang nampak tertegun dengan tatapan kosong memandangi air hujan yang berlompatan diatas aspal.

Diriku begitu brnafsu sekali menikmati cokelat hangat ini, tak terasa satu cangkir habis menjadi korban penantianku,kuliner semarang akhirnya kuputuskan untuk menikmati cokelat untuk cangkir yang kedua, aku begitu bernafsu, sehingga belum juga reda hujan, cokelatku sudah habis terminum. pilihan keduaku sekarang adalah rasa mocca. Sambil kunikmati cokelatku yang kedua ini, tatapan mataku kembali liar, sekarang mataku tiba-tiba tertuju pada pemadangan yang terlewatkan sejak kehadiranku, disebuah sudut gedung terlihat seorang peminta-minta sedang mengeluarkan kepingan logam dari saku bajunya, seorang kakek dengan pakaian comel dan topi abu-abu yang nampak robek dimana-mana nampak asik menghitung kepingan uang logam itu tanpa menghiraukan derunya angin dan derasnya hujan.

Pikirku mengapa orang setua itu meminta-minta? apakah tidak ada saudara atau anaknya yang merawat dia? bagaimana ia bertahan hidup? bagaimana seandainya ia jatuh sakit? Namun belum habis aku berpikir demikian tiba-tiba ada seorang anak kecil berlarian yang menghampiri tempat kakek tua tadi duduk. Lho tiba-tiba lagi ada pasangan bapak ibu yang juga menghampiri kakek tua tadi, dengan pakaian yang serupa dengan kakek tadi maka aku berkesimpulan bahwa mereka adalah satu profesi, eh ternyata mereka ada satu rombongan. sekarang mereka berkumpul dan nampak riuh sekali, hari ini aku melihat keluarga yang mempunyai profesi yang sama yaitu peminta-minta.

Ingin aku upload gambarnya di blog ini, namun orang itu pasti keberatan jika wajahnya terpampang dan diketahui banyak publik, jadi untuk menghormati privasi, kang supri mengurungkan niat mempublikasikan wajah kakek ini.

Dua cangkir cokelat hangat di sore ini memberiku banyak sekali pengalaman, fenomena-fenomena yang tadinya terabaikan, sore ini terungkap dan memberiku sebuah pelajaran baru. Buat para sedulur maaf ya, untuk urusan minum cokelat, kang supri emang hobi banget, jadi harap maklum kalo satu sesi aja udah habis 2 cangkir hehe.. bukan maksud promosi lho ya.

1/08/2010

Lezatnya Iga Bakar Depot Mary

iga bakar, depot mary, kuliner semarangMelengkapi acara makan-makan, maka menu satu ini harus di masukkan dalam bakul perkulineran semarang, ya nama menunya adalah Iga Bakar ala Depot Mary. Silahkan para sedulur kuliner meluncur ke DP Mall Semarang lantai 2 Food Court no 3A.

Mengapa iga bakar begitu menarik perhatian kang supri? tidak lain karena dahulu menu iga bakar hanya disajikan di hotel-hotel berbintang dan restoran-restoran mahal. Sekitar 2 tahun yang lalu kang supri menemukan menu iga bakar ini di sebuah warung di jakal (jalan kaliurang) jogja. Nah sekarang tidak usah jauh-jauh, karena kemaren kang supri menyempatkan diri ke DP Mall untuk menikmati menu iga bakar ini, udah kangen neh :)
Terus apa sih istimewanya iga bakar di Depot Mary?
1. Dagingnya begitu lembut dan empuk, jadi kita tidak akan menemui kata 'alot' di depot ini.
2. Rasanya... Mak nyus tenan, sesuai banget dengan lidah orang semarang dan pastinya tidak kalah dengan iga bakar yang dijual direstoran mahal.
3. Daging iganya disajikan dalam beberapa resep, ada Iga bakar, Iga lada hitam, sup iga, asem-asem iga pedas, dan apa lagi ya?? duh kang supri lupa, pokoknya kesana aja deh, bakalan puas.. tinggal pilih.

Tuh kang supri ada fotonya, meski diambil lewat kamera hape tapi semoga bisa mewakili wajah iga bakar ini, yang penting kan 'rasanya bung'. Maaf ya, agak bernafsu si makannya jadi dagingnya tinggal separo hehe. Depot mary mulai beroperasi ketika jam mall buka yaitu sekitar jam 10.00 pagi dan tutup jam 21.00 ( jam 22.00 kalau hari libur dan hari minggu).

Nah setelah puas makan iga bakar, kang supri sempatkan membeli jambu bangkok yang ada di carefour, pas banget deh abis makan daging iga sapi, penutupnya daging buah jambu bangkok, seger tenan. Gak nyangka ya acara makan-makan aja sekarang bisa ditulis dalam sebuah blog, tau gitu dari dulu kang supri kan mengabadikan setiap makanan yang menjadi korban perutku ini. Oia para sedulur bisa melihat koleksi makanan semarang yang udah saya tulis secara lengkap di kuliner semarang, baca juga review tentang nikmatnya kopi Indonesia, gambang semarang mengucapkan selamat berkuliner ria.
kuline semarang, jambu bangkok


12/30/2009

Ada Lumpia 1000 Di Lawang Sewu

kuliner semarangLawang Sewu? pasti udah banyak yang denger dan tahu tempatnya, tapi apakah para sedulur sadar jika ditempat ini juga ada warungnya? karena kang supri pernah bekerja di salah satu mall yang ada di jalan pemuda, makanya kang supri sering makan di warung yang tempatnya ada di dalam kompleks bangunan lawang sewu ini, jika para sedulur menyusuri jalan pemuda, pasti melihat warung bercat hijau tua yang berdiri di sebelah bangunan tua lawang sewu.

Warung ini konsumennya banyak didominasi oleh karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan disepanjang jalan Pemuda, jadi warung ini akan terlihat ramai jika jam makan siang tiba. Namun beberapa kali kang supri menjumpai para bule nongkrong dan makan diwarung ini. Waktu itu kang supri pikir, mungkin bule ini kesasar atau kelaperan ditengah-tengah perjalanan, terus nekat deh makan di sembarang tempat, padahal setahu kang supri para bule yang datang ke Indonesia sangat selektif dalam memilih makanan, baik dari segi rasa dan higenitasnya.

Dari obrolan yang kang supri sering denger dari penjualnya, mereka senang dengan warung ini karena makanannya yang begitu lengkap, aneka jajan pasar seperti cucur, mendoan, ondhe-ondhe, tahu pong, tahu bakso, bakwan, semuanya ada di warung ini dan yang menarik minat para bule adalah lumpia yang menurut mereka harganya sangat murah namun lezat, lumpia super di warung ini hanya seharga 1000 rupiah, bayangkan kalau para sedulur membayarnya memakai dollar, wah bisa kenyang makan lumpia tuh :), gak nyangka kan ada lumpia 1000 di lawang sewu? tapi sayangnya lumpia super ini tidak selau ada, hanya waktu-waktu tertentu aja, jadi para sedulur beruntung jika berkesempatan mengunjungi tempat ini dan menemukan lumpia super ini. Nah kalau waktu makan siang tiba, segera keramaian tercipta, aneka lauk dan sayur yang tersedia disini akan segera menjadi rebutan, dan yang bikin kang supri kagum neh, tempat ini sangat bersih dan rapi, berbeda dengan penampakan lawang sewu yang menjadi etalase warung ini.

Kalau makan ditempat ini, selain murah kita sekaligus bisa cucimata :) kan.. yang makan disini para karyawan, baik karyawan bank, karyawan mall, karyawan pemkot juga sering makan siang ditempat ini. So kalau para sedulur sering mengunjungi lawang sewu, sekarang wajib mampir diwarung ini okey.. don't worry, tempatnya oke kok. Kita juga bisa menikmati kopi tubruk di warung ini, lengkap kan? mau apa lagi coba? hem.. kalau masih kurang coba deh para sedulur baca tulisan lengkap kang supri tentang semarang banjir kuliner, awas jangan ngiler lho ya hehehe :)lawang sewu semarang
semarang banjir kuliner

12/21/2009

Warung Kuliner Pecinta Alam Semarang

kuliner semarangPara Sedulur termasuk para pecinta alam? suka naik gunung? atau malah udah jadi seorang backpacker? kalo iya berarti udah gak asing dengan tas ransel atau tas punggung yang gede itu kan.. Kang supri walaupun sekarang gak sering naik gunung lagi, namun boleh dibilang kang supri seorang pecinta alam juga lho :) (lha iya lha wong laire aja neng gunung). Sebenernya pengen juga seh pake tas ransel lagi plus gitar dan semua peralatan naik gunung yang sekarang aku wariskan ke adikku, namun apa daya kesibukan di kota semarang ini sering menggagalkan rencana kang supri. Namun demikian petualangan sewaktu naik gunung tidak akan terlupakan, keindahan alam dan semua yang serba nature seakan membimbing kita untuk menyadari bahwa manusia sebenernya adalah bagian dari alam ini.

Walaupun kalau di alam bebas seperti pegunungan membawa tas besar bukan menjadi pemandangan yang aneh, namun gimana coba kalau kita masih berada di tengah kota? apalagi kita kelaparan setelah turun gunung, udah tasnya gede, wajahnya lusuh, pakaian kotor, belum kalo kita membawa sesuatu dari gunung, seperti bunga abadi misalnya,.. wah pokoknya ribet banget kalo pas kita mau makan diwarung.

Nah bagi pecinta alam Semarang kang supri rekomendasikan "WAKULPALA" hah... apalagi itu? kesan pertama waktu mendengar dari seorang teman, kang supri merasa geli.. mungkin para sedulur juga.. namun setelah ke "warung kuliner pecinta alam" yang ada di jalan gedung batu Semarang ini kang supri jamin rasa geli tersebut bisa berubah menjadi ketagihan. bagaimana tidak, pemandangan anak-anak muda yang menggendong ransel, peralatan masak, dan segala pernak-perniknya, nampak asik menikmati kopi sambil berbagi dengan teman-temannya disini, mereka banyak menghabiskan waktu di warung kuliner ini sebelum atau sesudah naik gunung, emang sie.. sebagai pecinta alam yang mau naik gunung biasanya kita akan mengatur waktu agar sesampainya di puncak, pas matahari muncul.

Kalau dulu kang supri memilih berhenti di basecamp yang ada di wilayah pegunungan, setelah mengenal warung kuliner ini, hemm.. mending berhenti diwarung ini deh, suasananya mapala banget deh, jadi kita para backpacker, pecinta alam dan sejenisnya tidak akan merasa asing ataupun diasingkan di warung kuliner ini, malah dari pengalaman kang supri sendiri, kita banyak mengenal teman baru ketika naik gunung, suasana kebersamaan sangat mudah terjalin, mulai dari bincang-bincang ringan, berbagi pengalaman waktu naik gunung, berbagi informasi tentang perlengkapan naik gunung dan bla..bla..bla.. dan akhirnya menjadi teman akrab deh...

Namanya juga WARUNG KULINER PECINTA ALAM, jadi kalau kita membutuhkan perbekalan untuk dibawa naik gunung, warung ini selalu siap sedia menyediakan makanan dalam kotak yang dirancang agar tidak mudah basi. Bagi pecinta alam dari pelosok negeri yang mau naik gunung ungaran, jangan lupa mampir di warung kuliner ini ya, itung-itung kita bisa mendapatkan adventure guide yang bisa diajak berengan, kan gak lucu kalo kita naik gunung sendirian. Bravo buat pecinta alam, dan sukses buat warung kulinernya.semarang banjir kulinerkuliner pecinta alam semarang

12/15/2009

Sejuta Rasa Kuliner Semawis

kampung semawis Pernah ke Semarang? pernah ke Kampung Semawis... eh emang apaan sie tuh? wah kalau belum tahu, neh kang supri ceritain petualangan saya menemukan dan merasakan sensasi sejuta rasa kuliner di Gang Warung, Pecinan ini. Hampir semua hidangan khas Semarang tersedia disini. Mulai dari ontbijtkoek dan kue almond toko Oen yang klasik, tahu pong Peloranes puter cong Lik yang legendaris, sampai sate ayam jalan Gajah Mada, bahkan lumpia Semarang juga ada disini.

Itu baru pembukanya saja lho, karena setelah masuk gang warung ini, dimana mata kampung semawis gang warungmemandang, di situlah makanan terlihat, aroma harum akan tercium dimana-mana, membuat perut terasa lapar tiba-tiba, terus kapan sie pasar kampung semawis ini buka? Pasar ini Buka mulai Jam 16.00 - 24.00 tiap hari Jum'at, Sabtu dan Minggu. Suasana kekeluargaan begitu terasa disini, warna lampu yang kuning seperti di foto menjadi ciri khas saat memasuki pasar. Suasana yang hangat, senyum ramah disekeliling membuat betah hati kang supri. Tak salah apabila tempat ini dijadikan tempat reunian, atau tempat dimana kita bisa menikmati suasana kampung pecinan ditengah-tengah kota. Sambil menikmati makanan yang kita pesan, kita juga bisa berkaraoke ria, koleksi lagunya juga lengkap kok, gak hanya lagu mandarin saja yang diputar, namun koleksi lagu Indonesai juga ada. Engkong-engkong aja yang suaranya pas-pasan bersenandung ria disalah satu stan karaoke, mereka gak malu berekspresi di depan banyak orang atau keluargannya, mungkin orang-orang yang datang kepasar ini mengedepankan rasa solidaritas dan kebersamaan.

Awal mulanya pasar Semawis ini merupakan sebuah kegiatan yang hanya digelar saat menjelang perayaan Imlek, namun atas prakarsa komunitas Pecinan Semarang, maka diadakan sebuah pasar yang menghimpun para pedagang agar mereka mempunyai lahan strategis untuk menarik minat wisata, jadi pengunjung pasar ini sangat beragam, tak hanya warga keturunan Cina, namun warga berasal dari keturunan Arab, Jawa, dan berbagai suku lainnya yang tinggal di Jawa Tengah khususnya Semarang sangat senang mendatangi pasar ini, termasuk kang supri hehehe..

Beberapa ikon kuliner kota Semarang tersedia disini, selain yang kang kuliner semarangsupri sebutin di atas, di kampung ini para sedulur akan menemukan Pisang Plenet, Nasi Ayam Karangturi, Sate Pak Kempleng, Nasi Gudeg Mbok Sireng, Nasi Pindang dan Soto Sapi Bu Tris, hingga hidangan oriental seperti Nasi Goreng, Bakmie Jawa, Nasi Pela, dan masih banyak aneka minuman dan kue tradisional. Wuih pokoknya kampung semawis bagai surga bagi kaum kulinerlah.. semuanya menggoda untuk kita nikmati, harga makanan dan minumannya antara Rp. 2.500,00 – Rp. 25.000,00. murah kan? Tenang aja setiap makanan disini, akan ada tanda halalnya kok..

Kehadiran pasar ini menambah keunikan kota semarang , makan semarangdibawah taburan bintang dikelilingi musik oriental, hem.. rasanya jarang bisa kita temui. kalau para sedulur mempunyai pengalaman serupa ditempat lain , coba sharing disini ya, , maklum kebanyakan muter-muter di kandang sendiri sie, jadi agak kuper soal luar daerah Semarang hehee..

Nah kalau para sedulur ingin memiliki aksesoris khas pecinan, ditempat ini juga ada, Aneka semarang banjir kulinergelang dan kalung giok, batu mulia, patung Budhha biasanya selalu ada di pasar ini. Ada beberapa pedagang yang tidak bisa memakai bahasa indonesia untuk bertransaksi, trus gimana donk? jangan khawatir, mereka sangat pandai memakai bahasa isyarat, kalau ingin menunjukkan kesepakatan harga mereka akan menunjukannya memakai kalkulator, unik kan? coba aja deh, dan nikmati pengalaman yang mengesankan di pasar ini. Baca juga pengalaman kang Supri mencicipi menu unik di Semarang.


12/10/2009

20+1 Yang Unik Dari Semarang

Apa uniknya sie Kota Semarang? lanjutin bacanya, Kang Supri jamin para sedulur akan mempunyai pandangan 'segar' tentang ibu kotanya Jawa Tengah tercinta ini. Seorang teman Kang Supri dari Jakarta sering bercerita tentang kampung halamannya Betawi, yang membuatnya cepet-cepet ingin pulang jika berpergian jauh, ia tak dapat berlama-lama meninggalkan kampungnya tersebut, katanya tempat dimana ia dibesarkan tersebut menyimpan banyak sekali kisah, bahkan ia juga kangen dengan hal-hal kecil, udara pagi misalnya. Kang Supri kira juga demikian, rasanya Semarang ini juga menyimpan keunikan tersendiri yang tetap mengingatkanku akan kota ini dimanapun Kang Sup berada.

01 Bandeng Presto JuwanaBandeng juwana
Wah tempat ini memang wajib didatengi kalo para sedulur ke Semarang, rasanya belum ke Semarang namanya kalau belum ketempat ini, aksesnya pun cukup mudah, karena berada di jalan utama Pandanaran.

02 Kota Lama & Polder Tawang
Suasana klasik akan terasa apabila para sedulur ke kota lama, bangunan peninggalan pemerintahan hindia belanda ini memang meninggalkan banyak kisah dan keunikan tersendiri, salah satu bangunan yang masih diganakan sampai sekarang adalah gereja blenduk, nah kalau udah cape melihat-lihat kota lama ini, kita bisa nyantai sambil duduk-duduk disekitar polder tawang, indah banget.

03 Wayang Kulit di TBRS
Kangen dengan budaya jawa? jangan takut karena setiap jum'at kliwon malam di Taman Budaya Raden Saleh ada pementasan wayang kulit semalam suntuk, dalangnya pun tidak hanya satu,jadi dijamin tidak akan bosan.

04 Istana Wedang
Wedang ronde atau bubur kacang hijau bisa menjadi minuman yang sangat kang supri kangeni waktu jauh dari Semarang, Istana wedang merupakan klangenan orang dari luar kota semarang, lihat aja kalau malam tiba, dipastikan akan banyak mobil dari luar kota yang bejejer didepan istana wedang Jl. Pemuda ini. kalau para sedulur pecinta kopi, bca tentang kopi nusantara yang pernah kang supri ulas.

05 Tugu Muda
Entah mulai kapan areal Tugu Muda sekarang menjadi sangat ramai oleh anak-anak muda. banyak orang memanfaatkan tugu bersejarah ini menjadi lahan publik. Kalau para sedulur termasuk orang yang narsis, gak ada salahnya mencoba area ini untuk berfoto ria.

06 Nasi Pecel Yu Sri
Pengen makan murah tapi enak, datanglah ke warung nasi pecel Yu Sri yang ada di areal simpang lima, tepatnya di depan Ramayana. dengan uang 5000 perak saja kita akan menikmati pecel yang uenak sekali. Kang Supri juga pernah menulis tentang makanan yang unik di semarang ini.semarang

07 Lawang Sewu
Udah bosan dengan film horor, neh kalo para sedulur pengen uji nyali, Lawang Sewu menjadi tempat favorit bagi mereka yang ingin merasakan petualangan mendebarkan, datanglah beramai-ramai, dan siap-siaplah merasakan degub jantungmu sendiri atau bahkan degub jantung temanmu. Resiko ditanggung sendiri lho ya.

08 Museum Ronggo Warsito
Berbeda dari museum lainnya yang ada di Kota Semarang, aroma mistis juga menyelimuti museum ini, liat aja uang kertas peninggalan kolonial belanda yang selalu bergeser pada malam hari dengan sendirinya, uhh serem kan.

09 Awul-awul di Simpang Lima
Percaya gak kallo dengan uang 20.000 saja kita bisa mendapatkan baju dua kresek besar?? datanglah ke Simpang lima pada malam minggu atau minggu pagi. Pasar kaget yang ada disekitar lapangan Simpang Lima ini sangat ramai sekali, apalagi ditambah pementasan aneka hiburan, klop deh pokoknya.

10 Semarang Dari Ketinggiankuliner semarang
Tak lengkap rasanya apabila kita tidak melihat malamnya Semarang dari kota atas, Gombel menjadi tempat yang cocok untuk melihat kerlip lampu kota bawah, disana juga disediakan aneka makanan, jadi gak usah khawatir bakal kelaparan.

11 Pasar Semawis
Pasar ini berada di kampung pecinan Semarang, jika malam tiba maka berbagai hiburan khas negeri tiongkok akan segera digelar, dan bau dupa menjadi ciri khas kampung pecinan ini. Jika ingin menikmati suasana dan aneka makanan khas pecinan, datanglah ke Kampung Semawis.semarang banjir kuliner
12 Masjid Agung Semarang
Masjid ini walaupun sebagai tempat ibadah, namun keelokan arsiteknya membuat tempat ini cocok sekali buat melepas lelah, nikmati juga pemandangan Kota Semarang dari atas menara, cukup membayar Rp.3000 maka kita sudah bisa mencapai puncak menara ini.

13 Kelenteng Gedong Batu Sam PO Kongpasar randusari
Kelenteng ini cukup bersejarah karena ada sangkut pautnya dengan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama Cheng Ho. yaitu seorang Laksamana Tiongkok beragama islam. Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu.

14 Pantai Marina
Pantai yang dilengkapi dengan kolam renang, sky air, speed boat, dan arena bermain anak–anak. Dibuka setiap hari pukul 06.00 selama 24 jam. Di pantai Marina kita dapat bermain jet sky maupun berselancar, naik stom boat dan perahu atau hanya sekedar santai beristirahat sambil menikmati keindahan pantai dan deburan ombak

15 Berburu BB di Jalan Barito
BB disini maksudnya ialah Barang Bekas, di pasar ini berbagai macam onderdil kendaraan tersedia, walaupun dulunya terkenal dengan barang loakan, namun sekarang pasar barito telah berkembang, jadi yang dijual gak mesti bekas kok .

16 Pasar Bunga Randusariklenteng semarang
Tiba-tiba ingin memberi bunga pada seseorang? jangan khawatir p
asar randusari selalu menyediakan bunga yang fresh, mau sepotong atau di buat menjadi karangan bunga? bisa. Jangan khawatir buka 24 jam kok. Atau para sedulur juga bisa membeli bibitnya dan menanamnya dirumah.

17 Kucingan Ala Pak Gik
Kelaparan waktu pagi hari? kucingan Pak Gik yang ada dijalanGajah Mada b
isa menjadi pilihan,selain murah, para sedulur juga bisa menikmati aneka gorengan yang masih anget kebul-kebul, entah mengapa nasi kucingan yang mulai buka jam 00.oo malam ini selalu ramai hingga pagi menjelang.

18 Buku Bekas Berkualitas
Pengen dapetin buku murah? datanglah ke stadion utara yang ada di jalan mataram, disamping stadion itu terdap
at para pedagang buku bekas yang siap melayani , silahkan ubek-ubek aja bukunya karena harganya dijamin miring.
semarang
19 Kebun Binatang Tinjomoyo
Setelah mengalami pembenahan, kebun binatang yang terletak dimangkang ini sekarang semakin ramai, dan tampak terawat Cukup dengan tiket masuk Rp 1500,- pada hari biasa dan Rp 3000,- di hari libur, para sedulur sekeluarga dapat menikmati keanekaragaman jenis satwa sebagai wujud kekayaan sang pencipta. Kita juga bisa berfoto bersama Ular dan Burung. Atau menikmati sensasi naik Gajah cukup dengan membayar Rp 5000.

20 Dari Mall Ke Pasar
Tiap hari ke Mall?? mengapa tidak mencoba sesuatu yang beda? datanglah atau berbelanjalah di pasar tradisional, Semarang memiliki pasar tradisional yang cukup terkenal yaitu Pasar Johar, sekaligus melatih keahlian tawar menawar kita, pasti seru, soal belanja itu terserah kantong kita. hehehe..

+1 Semarang Kota Super Panas
"Puanasee.." banyak orang bilang demikian ketika pertama kali menginjakkan kakinya di kota ini. Wuh kalau jalan waktu siang hari, bisa-bisa kebakar deh kulitnya, terus gitu kalau musim penghujan tiba banjir menjadi agenda tahunan yang selalu datang, belum lagi ditambah rob yang tak pernah hilang. Sekelumit hal tersebut semakin menambah keunikan Kota Semarang, walau bagaimanapun, Kota semarang tetap I love You full...gambang semarang


Mengenai Saya