6/18/2019

Kelas Pendidikan Ruang Datar

Salah satu fungsi media massa adalah fungsi pendidika atau bahasa kerennya 'edukasi'. Jika pendidikan itu bernama Sekolah, maka Guru adalah para pengajarnya Jika Pendidikan adalah perpustakaan, maka Buku adalah Gudang Ilmunya Jika Pendidikan itu adalah Televisi, Siapakah Guru yang sering anda atau anak-anak anda jumpai? Ilmu apa yang sering anda konsumsi setiap hari??

10/28/2016

Melukis Pesona Kearifan Budaya Lokal Jawa Tengah

Melukis Pesona Kearifan Budaya Lokal Jawa Tengah 

Suara talu gamelan dan kendang sayup-sayup terdengar ketika memasuki desaku nan sejuk di bawah kaki gunung ungaran, sekejab alunan tersebut membawa kepingan masa kecil saya dimana sering sekali melihat pertunjukan kuda lumping dan reog, para penari dengan dandanan yang aneh, aneka warna slendang yang menghiasi jaran kepang (kuda lumping),ada kuning, hijau, biru berhiaskan dengan manik-manik warna emas, atau juga kumis tebal buatan yang menempel di wajah penari prianya, sungguh kagum pertunjukan tersebut menghiasi pandangan mata kecil saya. 

 
Kuda Lumping di Kampungku


Ditengah-tengah lapangan kuda lumping itu dipertunjukkan, dengan pengeras suara yang lantang, membuat seluruh penjuru desa mendengar ketika gamelan dimainkan, begitu keras sehingga tanpa sadar kaki kecil saya ikut melompat -lompat kegirangan karena sebentar lagi akan melihat orang kesurupan. 

Apalagi jajan pasarnya sangat menggoda lidah, tak urung saya sering merengek meminta jatah lebih sekedar ingin membeli cethil dan cethot, makanan terbuat dari ketan dengan cairan gula di dalamnya, taburan kelapa diatasnya membuat lidah saya tak tertahan ingin segera mencicipinya. Apalagi kalau melihat ada cucur, mendoan, ondhe-ondhe, rasaya saya tenggelam dilautan kuliner, sebagian dari makanan desa yang sangat mengundang selera makan perut kecil saya 20 tahun silam.

Lama berselang, ternyata kenangan tersebut yang membuat saya rindu untuk selalu pulang ke kampung halaman, ada secercah energi yang tersimpan yang membuat saya selalu menyunggingkan senyum apabila mengingatnya, sebuah gubug di pinggiran desa, yang penduduknya selalu menyapa dengan ramah ketika saya tiba. Udaranya tetap sejuk, dipagi hari selalu terlihat kabut tipis yang menghiasai wajah teras rumah orang tuaku. 
Penampakan Gunung Ungaran dari Kampungku

Desaku, yang terletak kaki gunung ungaran menjadi sebuah goresan kecil di kanvas tanah Jawa Tengah ini sebuah lukisan indah tergambar jika kita mampu mengangkat kearifan budaya lokal  yang ada di jawa tengah ini. Mulai dari sekelumit budaya yang ada di pelosok pedesaan, lihatlah Dieng, potongan kecil dari ribuan kekayaan budaya jawa tengah, dengan ritual potong rambut gimbalnya, sekarang Dieng menjadi sebuah nama yang tidak asing di telinga para pencari kekaguman, sebuah pemandangan yang menjadi perhatian bukan hanya dari penduduk lokal, melainkan juga perhatian dari mata dunia. Pemandangan yang mempesona hati ternyata bukan datang dari tingginya kemajuan teknologi atau perkembangan peradaban masyarakatnya saja, namun dibentuk dari kearifan budaya yang dipelihara secara turun menurun. Dan sejatinya di Jawa Tengah tersebar "dieng-dieng" yang lain, yang siap menyuguhkan keanggunan alam dan budayanya.

Dah Jadul banget neh poto sama temen kuliah di Dieng

Apalagi kalau kita melihat batuan candi-candi yang ada di jawa tengah, kita akan melihat keagungan peradaban masa silam, begitu beragam dengan sejuta pesonanya membuat saya selalu bertanya, di jaman apakah saya hidup sekarang ini? goresan cerita yang tergambar di bebatuan itu seakan mengingatkan dari manakah sesungguhnya kita berasal.

Bukankah kita punya Candi Borobudur, peninggalan leluhur yang patut kita banggakan, yang saya baca dari buku-buku sejarah, Candi nan megah ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan sang pencipta sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan.
Gaya perenungan di Candi Borobudur

Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir  atau Piramida Teotihuacan di Meksiko, Candi Borobudur merupakan versi lain dari bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun. Sungguh bangga saya berada di tanah Jawa ini. Namun sekali lagi, Borobudur hanya sepotong keindahan dari Jawa Tengah, tengoklah candi - candi yang tersebar di tanah Jawa Tengah ini, pasti saya dan anda akan  berdecak kagum dibuatnya.


Apalagi kalau ingat Karimunjawa, spot yang satu ini membuat saya sejenak melupakan segala hiruk pikuk pekerjaan yang saya hadapi, hamparan pasirnya membuat saya ingin beguling-guling bagai anak kecil, nyiur melambai ditemani jernihnya air laut menambah lengkapnya kebahagiaan para pengunjungnya, ketika angin lembut menghampiri wajah, seakan saya dibuai oleh kelembutan sang pertiwi. Sungguh damai jika kita berkunjung di pulau ini, pesonanya tak akan terlupakan

Mau ke penginapan nie...
 

Jawa Tengah sangat berpotensi menjadi penggagas pariwisata kebudayaan, dimana keindahan alam semesta berpadu dengan sejarah masyarakatnya. 

Jawa Tengah dengan 29 Kabupaten dan 6 Kota Madyanya sangat kaya dengan kearifan budaya lokal, seperti butiran mutiara yang bertebaran  dimana-mana, kewajiban kitalah untuk menguntainya menjadi hiasan lukisan nyata yang menawan diatas tanah leluhur tercinta.


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah

9/15/2016

Semua Serba Seribu, Ayo Serbuuu

Sewu dalam bahasa Indonesia adalah seribu, Nah ternyata di Jawa Tengah ini ada tempat-tempat unik memakai kata yang identik sekali dengan orang jawa ini.
1. Candi Sewu. 

Secara administratif, kompleks Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Kompleks candi Sewu adalah kumpulan candi Buddha terbesar di kawasan sekitar Prambanan, dengan bentang ukuran lahan 185 meter utara-selatan dan 165 meter timur-barat. Pintu masuk kompleks dapat ditemukan di keempat penjuru mata angin, tetapi mencermati susunan bangunannya, diketahui pintu utama terletak di sisi timur.

Aslinya terdapat 249 bangunan candi di kompleks ini yang disusun membentuk mandala wajradhatu, perwujudan alam semesta dalam kosmologi Buddha Mahayana. Selain satu candi utama yang terbesar, pada bentangan poros tengah, utara-selatan dan timur-barat, pada jarak 200 meter satu sama lain, antara baris ke-2 dan ke-3 candi Perwara (pengawal) kecil terdapat 8 Candi Penjuru, candi-candi ini ukurannya kedua terbesar setelah candi utama. Aslinya di setiap penjuru mata angin terdapat masing-masing sepasang candi penjuru yang saling berhadapan, tetapi kini hanya candi penjuru kembar timur dan satu candi penjuru utara yang masih utuh. Berdasarkan penelitian fondasi bangunan, diperkirakan hanya satu candi penjuru di utara dan satu candi penjuru di selatan yang sempat dibangun, keduanya menghadap timur. Itu berarti mungkin memang candi penjuru utara sisi timur dan penjuru uselatan sisi timur memang tidak pernah (tidak sempat) dibangun untuk melengkapi rancangan awalnya.

2. Curug Sewu 

Curug Sewu terletak di Patean, Kendal dan merupakan air terjun tingkat tiga dengan ketinggian sekitar 80m.

Nama air terjun tersebut diambil dari nama desa tempat air terjun tersebut berada, yakni desa Curugsewu tepatnya di Kecamatan Patean, jaraknya 40 kilometer dari kota Kendal dengan terlebih dahulu melewati kota Weleri dan Sukorejo.

Air terjun Curugsewu memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri dibandingkan air terjun lainnya, dengan total ketinggian 70 meter yang terdiri dari 3 terjunan, masing-masing memiliki ketinggian 45 meter, 15 meter dan 20 meter. terlihat sangat indah dan menawan untuk dipandang, terlebih pada saat tertentu, dari antara terjunan muncul pelangi paduan aneka ragam warna yang mempesona.

Untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, sekitar lokasi Air Terjun Curugsewu telah dilengkapi dengan taman rekreasi beserta fasilitas pelengkap seperti panggung taman bermain anak, Kebun binatang mini dan Kolam Renang serta berbagai fasilitas lainnya. Masih mengenai keistimewaan dan keunikkannya, ternyata eh tenyata Air Terjun Curugsewu merupakan air terjun tertinggi di Jawa Tengah.

3. Lawang Sewu

Masyarakat setempat (Semarang) menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak, meskipun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Kalau yang udah pernah ketempat ini, pasti tahu gimana rasanya ketika masuk kedalamnya, bikin penasaran.
cerita tentang lawang sewu pernah kang supri tulis di halaman sebelumnya, coba deh sekali-kali kunjungi gedung bersejarah ini.

Tuh tinggal pilih, semua serba seribu... ayo serbuu :)

8/30/2016

Mengenang Pasar Johar Yang Tersohor

Foto inilah yang masih tersimpan dan menjadi foto bersejarah bagiku, karena setelah foto ini diambil, beberapa hari kemudian, Pasar Johar Semarang ini mulai dikosongkan dan kemudian dirubuhkan satu persatu. Tiang-tiang yang kokoh penyangga menjadi saksi sejarah lahirnya kota Semarang, kini hanya tinggal puing-puing histori.
Geliat pedagang kaki lima dan beraneka kebutuhan yang menjadi magnet perekonomian rakyat semarang kini beralih ke pusat perbelanjan modern. Komunikasi transaksi yang harmonis tak akan terdengar lagi dipasar ini, memang perubahan terus terjadi dan kadang harus terjadi. Semoga perubahan pasar Johar yang tersohor dimasa lampau.


12/21/2012

Ada Apa Dengan Air Minum Kita?


Air Untuk Kehidupan
AIR, berbicara mengenai elemen alam ini maka kita sebenarnya sedang membahas tentang kekayaan alam yang sangat melimpah, menurut wikipedia, Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi dan sekitar 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di alam bebas, dengan jumlah sebanyak itu mungkin kita tidak usah risau akan keberadaan air ini.

Namun, jika kata ‘air’ tersebut mendapat imbuhan ‘minum’ di belakangnya, maka agaknya kita perlu khawatir, karena ternyata air di alam bebas tersebut belum memenuhi kriteria untuk menyandang predikat sebagai air minum, tubuh manusia secara alami membatasi air minum dengan syarat-syarat tertentu.

’Bersih’ itulah syarat minimal yang harus dipenuhi air agar bisa diminum oleh manusia.

Jika syarat minimal diatas tidak terpenuhi, maka bisa-bisa kita akan berganti status dengan segera, Rumah Sakit adalah tempat pertama yang akan kita tuju jika kita meminum air yang tidak bersyarat tersebut. Bahkan akibatnya bisa lebih fatal lagi. Alm bisa-bisa melekat di belakang nama anda.

Kategori air bersih itu sendiri ternyata juga mempunyai syarat-syarat tersendiri, bahkan tidak sederhana pula kriterianya. Merujuk pada standarisasi dari Departemen Kesehatan RI, maka syarat air bersih mencakup :
  1. Syarat fisik: jernih, tdk berbau, tidak berwarna, tidak mempunyai rasa, pH 6-7
  2. Syarat bakteriologis: bebas bakteri patogen
  3. Syarat biologik: tdk boleh mengandung algae,protozoa, cacing, larva, larutan, insekta
  4. Syarat kimiawi: tidak boleh mengandung zat-zatkimiawi melebihi Konsentrasi Tertinggi diperkenankan (KTD).
Melihat syarat-syarat tersebut, barulah kita tersadar bahwa saat ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih ternyata membutuhkan proses ekstra, cara tradisional yang kita kenal selama ini adalah dengan cara menyaring air dengan tumpukan ijuk, kerikil dan pasir yang dicampur dengan arang tempurung kelapa, atau dengan cara lain yang agak simple yaitu dengan cara penyulingan, bukan berhenti pada proses itu saja, agar bisa di minum air harus dipastikan terlebih dahulu  terbebas dari kuman atau bakteri yaitu dengan cara merebusnya di atas api hingga mendidih, barulah air tersebut berhak menjadi air sehat dan siap untuk di konsumsi secara aman.

Cara tradisional tersebut diatas walaupun efektif namun belum efisien, kita tahu bahwa gaya hidup manusia di jaman modern ini dituntut serba cepat dan praktis, salah satu cara yang efektif dan efisien adalah dengan menggunakan sebuah alat water purifier yang akan menggantikan cara-cara tradisional tersebut, tentunya dengan hasil yang lebih berkualitas, pure it menjadi acuan untuk bisa di gunakan secara aman untuk membersihkan sekaligus menyehatkan air.

Ada apa dengan air minum kita saat ini? Yang harus kita sadari bersama adalah keyataan bahwa air bersih yang tersedia di alam sekitar kita persediaanya tidak sebanding dengan kebutuhan umat manusia sekarang ini. Contoh saja keadaan di kota-kota di Indonesia yang melahap areal terbuka menjadi areal pemukiman, sawah yang dahulu tumbuh padi, sekarang berubah tumbuh perumahan. . Lihatlah banyak orang tidak  bisa menggunakan air sumur karena telah berubah warna  bahkan berbau,  beranikah anda meminum air dari kran dirumah anda? walau kelihatan jernih, tapi fakta membuktikan air kran yang ada di negara kita belum memenuhi kriteria sehat atau tengoklah berita di media masa, kekeringan yang sering melanda di daerah tertentu di Indonesia berulangkali terjadi, hal ini menggambarkan ternyata masalah air ini telah menjadi masalah yang serius, baik bagi umat manusia, atau bagi alam itu sendiri. Belum lagi masalah sampah yang menggenangi sungai dan menumpuk tiap hari, menambah masalah tersendiri bagi alam untuk menyediakan air bersih.

Kadang saya berpikir benarkah kata-kata yang berbunyi “ mari kita berbuat sesuatu untuk dunia yang lebih baik” padahal jika kita merenungkan kebenarannya, seharusnya umat manusialah yang harus lebih baik, dengan kata lain kitalah yang harus berubah lebih baik atau lebih tepatnya lagi, sayalah yang harus berbuat lebih baik, karena tanggung jawab alam adalah tanggung jawab para penghuninnya, semoga anda juga tersadar bahwa anda juga termasuk di dalam kata “umat manusia” tadi.

Jika sekarang ini anda sedang mendapati air dalam jumlah yang cukup, gunakanlah dengan bijak, karena sesungguhnya anda sedang bertanggungjawab terhadap banyak kehidupan.

Perilaku Bertanggung jawab tersebut bisa kita lakukan dengan cara yang sulit ataupun dengan cara yang mudah, kalau saya sih memilih cara yang mudah saja.

Pertama, sampah selalu saya buang di tempat sampah, bahkan ketika di dalam mobil, sampah plastic sekecil pun tidak pernah saya buang di jalanan lewat jendela, malu dong mobilnya keren tapi pengemudinya jorok. Tujuannya jelas sekali, perubahan harus dimulai dari hal-hal sederhana dan diawali dari kita sendiri, mengurangi sampah dijalanan, berarti menyelamatkan lingkungan, yang pasti berdampak pada kebersihan tanah dan sungai-sungai sebagai hilir-mudiknya air.

Trus cara mudah kedua adalah memanfaatkan pekarangan rumah untuk penghijauan, selain irit ongkos, ternyata menutup pekarangan rumah dengan rerumputan dan pepohonan membuat suasana rumah kita menjadi segar, maksud saya ialah menghindari betonisasi yang berlebihan pada halaman rumah kita, agar tanah bisa menyerap air hujan dengan baik.

Biopori di Halaman Rumahku
Yang ketiga adalah memasang biopori di halaman rumah, fungsinya supaya air hujan bisa terserap dan tertampung dengan baik di dalam tanah. Kita bisa membuat dari pipa plaron atau botol air minum, kemudian di sisi-sisinya di kasi lubang. Mudah bukan? Saya yakin jika anda berubah lebih baik, bumi ini dengan sendirinya akan membaik. Ini semua demi kelestarian sumber air minum kita, sumber air terjaga demi kehidupan masa depan kita, dan anak cucu kita semua.


6/19/2012

Mencairkan Cek Dari GlobalTestMarket

MENCAIRKAN Cek Dari GlobalTestMarket
Cek Dari GlobalTestMarket
Seneng juga menerima Cek Dari GlobalTestMarket, sebuah lembaga survei asing yang membayar membernya yang menyelesaikan survei di email kita. Kurang lebih 3 tahun kang supri menjadi member di  GlobalTestMarket, awalnya emang iseng, karena biasanya di warnet waktu luang atau sisa waktu yang ada biasaya kang supri gunain untuk mengisi survei ini.

Trus gimana sie ceritanya cara mencairkan Cek Dari GlobalTestMarket ini? memang batas pengiriman cek ini adalah 50 dollar amerika, nah cek kang supri tuh sebesar 51.05 dengan kurs waktu cek ini datang adalah Rp.9.050,00. jadi kalo di rupiahkan Cek Dari GlobalTestMarket ini sebesar Rp. 461.550,00.

Kecil sie, tapi namanya rejeki harus di terima dengan ucapan syukur :).  sayangnya ketika mau mencairkan Cek Dari GlobalTestMarket ini, kang supri kesulitan mencari Bank yang bersedia mencairkan cek ini. Alasanya bermacam-macam,
1. Ketika di BCA, Cek ini di tolak karena nominalnya terbilang kecil, BCA mau mencairkan cek luar negeri minimal $.100. padahal ceknya kan cuma $.50.
2. Bank Jateng menolak karena tidak mempunyai referensi dengan BBVA Compass Bank yaitu Bank yang menerbitkan cek ini.
3. Di Western Union ( sesuai himbauan admin GTM ) mereka juga menolak, karena untuk WU di Indonesia masih terbatas untuk pengiriman Uang, bukan money currency.

Kecewa juga neh, akhirnya saya coba kontak pihak GTM untuk kejelasan nasib Cek Dari GlobalTestMarket ini. Akhirnya mereka meninta cek tersebut di atas untuk di kembalikan dan mereka akan mengganti dengan cek yang baru.

Akhirnyapun kang supri membayar 17 rb untuk ngeposin Cek Dari GlobalTestMarket pulang ke asalnya, sekarang masih menunggu kelanjutan cek saya tersebut. Semoga kedepan ada kabar menggembirakan ketika mencairkan Cek Dari GlobalTestMarket [LAGI].

5/29/2012

Kecewa Dengan Percetakan Petraya Semarang

Ketika searching percetakan semarang lewat gugle, saya menemukan web percetakan petraya semarang, melihat webnya saya tertarik untuk mencoba membuat sebuah produk yang ditawarkan oleh petraya yaitu 2 buah X Banner ukuran 60cm x 160cm.

Kecewa percetakan petraya
X Banner
Setelah deal harga yaitu sebesar 100 Rb/ banner akhirnya saya menyerahkan 2 file jpg saya untuk diproses, di dalam benak saya, harga segitu agak mahal, namun mengingat percetakan ini mempunyai klien yang cukup besar membuat saya tidak memusingkan harga tersebut.

Oleh CS nya banner saya akan jadi setelah 1 hari. Oke seh,,, lagian banner saya tidak keburu-buru dipake.
Tiba saatnya saya mengambil banner. Saya kecewa karena banner saya di tekuk/dilipat dengan tidak rapi yang mengakibatkan gambarnya menjadi rusak karena tinta yang menempel di lapisan lain, penempatan banner saya pun di campur dengan produk milik costumer lain sehingga CS nya harus mengaduk-aduk beberapa banner untuk mencari banner saya. "Duh kok keliatan gak profesional sih" pikirku. ya tapi mo gimana lagi nasi udah jadi bubur... udah terlanjur.

1 Minggu berikutnya saya mencoba mencetak X banner lagi di tempat lain,  dengan ukuran 60cm x 160cm. Kali ini saya mencoba di percetakan di deket rumah yaitu di daerah Kendal, Percetakan Cemerlang, tepatnya di alun-alun. Disana harganya cuma 85rb, yang membuat saya senang adalah pelayanannya yang cepat, karena begitu masuk ruangan, kita langsung di ajak oleh salah satu karyawan menghadap komputer bersama, jadi ketika kita ingin cetak, kita tahu dan boleh meng-edit bersama-sama dengan editornya.

Waktunya juga terbilang cepat, jika pagi kita order, siang atau sore bisa kita ambil, waktu itu saya order jam 9.00, jam 2.00 siang saya ambil. Yang membuat saya puas adalah perlakuan terhadap banner saya yang sangat baik, yaitu setiap pesanan mempunyai tempat sendiri, jadi ketika memberikan nota, CSnya tidak kebingungan mencari, banner saya juga di bungkus dengan rapi. Tiang penyangganya jauh berbeda dengan kepunyaan Petraya, di percetakan cemerlang, tiang penyangganya lebih kuat dan ukurannya lebih tinggi. jdi ketika saya sandingkan dengan banner dari petraya sangat jauh berbeda.

Yah itulah pengalaman saya ketika mencetak banner, untuk minggu-minggu berikutnya saya tidak akan memesan lagi di percetakan petraya. Padahal kalo di itung2 tiap bulan saya menghabiskan budget 500 rb - 1,5 jt untuk keperluan promo. jadi kalo setahun sekitar 10 - 15 jt.

Untuk temen-temen, selektif dulu sebelum membeli ya, Untuk Petraya hendaknya segera berbenah, agar costumer tidak datang trus pergi, gak datang lagi, rugi besar lho.. hehehe sekedar saran sih  :)

Mengenai Saya